Medianusantara.site, KULONPROGO — Tim SAR gabungan masih terus melakukan pencarian terhadap seorang bocah yang diduga tenggelam di kawasan Glagah, tepatnya di Muara Sungai Serang, Kulonprogo. Hingga hari kedua pencarian pada Minggu (8/3/2026), korban belum berhasil ditemukan.
Humas Kantor Basarnas Yogyakarta, Pipit Eriyanto, menyatakan tim gabungan telah mengerahkan berbagai metode pencarian, mulai dari penggunaan perahu karet hingga penyisiran darat di sepanjang muara.
“Sampai sekarang masih nihil, korban belum ditemukan,” ungkap Pipit kepada wartawan, Minggu.
Pipit menjelaskan, operasi SAR dibagi menjadi tiga regu guna mempercepat proses penyisiran. Regu pertama fokus pada penyisiran air menggunakan perahu karet sejauh 500 meter ke arah utara. Regu kedua melakukan metode penyelaman di titik yang diduga menjadi lokasi tenggelamnya korban. Sementara regu ketiga melakukan pemantauan jalur darat.
Kendala Air Keruh di Muara Sungai Serang
Meski pencarian dilakukan secara intensif, tim menghadapi tantangan berat di lapangan. Kondisi air sungai yang sangat keruh menjadi penghambat utama bagi para penyelam yang terjun ke dasar muara.
“Kendala pencarian air keruh, sehingga penyelaman pun tidak bisa maksimal,” ujar Pipit. Selain faktor jarak pandang, beberapa titik sungai mengalami penyusutan debit air yang menyulitkan manuver perahu karet petugas.
Peristiwa nahas ini diperkirakan terjadi pada Sabtu (7/3/2026) sekitar pukul 12.30 WIB. Korban diketahui bernama Bekti Nurada, siswa kelas 2 sekolah dasar (SD) yang merupakan warga Kalurahan Karangwuni, Kulonprogo.
Kronologi kejadian bermula saat warga menemukan sebuah sepeda tak bertuan di tepi muara. Temuan mencurigakan tersebut memicu warga untuk menelusuri pemiliknya, yang kemudian teridentifikasi sebagai milik korban.
Titik terang muncul sekitar pukul 16.00 WIB, saat seorang rekan bermain korban berinisial MHR (9) memberikan pengakuan mengejutkan. Ia membenarkan bahwa sepeda tersebut milik Bekti yang tenggelam di lokasi tersebut.
“MHR akhirnya mengakui sepeda itu milik temannya atas nama Bekti Nurada yang tenggelam di Muara Sungai Serang,” lanjut Pipit.
Petugas menduga saksi kunci sempat meninggalkan lokasi karena didera rasa takut yang luar biasa setelah melihat temannya tenggelam. “Dugaannya MHR ini meninggalkan lokasi karena takut untuk bilang saat mengetahui temannya tenggelam,” pungkasnya.
Leave a Reply