Serangan Udara Israel di Lebanon: 394 Korban Jiwa, Ratusan Luka-luka

Serangan Udara Israel di Lebanon: 394 Korban Jiwa, Ratusan Luka-luka
Sejumlah gedung hancur akibat serangan udara Israel di kamp pengungsi Palestina Ain al-Hilweh di Sidon, Lebanon selatan Minggu (8/3/2026). Dua serangan udara Israel menghantam kamp pengungsi Palestina Ain al-Hilweh di kota Sidon, Lebanon selatan, pada Minggu sore, menyebabkan sejumlah korban jiwa warga Palestina.

Medianusantara.site, BEIRUT — Jumlah korban akibat serangan udara Israel di Lebanon sejak 2 Maret telah meningkat menjadi 394 orang, termasuk 83 anak dan 42 perempuan, sementara 1.130 lainnya mengalami luka-luka, ungkap Menteri Kesehatan Lebanon, Rakan Nasreddine, pada Minggu (8/3/2026) waktu setempat.

Nasreddine menjelaskan bahwa korban luka-luka termasuk 254 anak dan 274 perempuan, dan banyak serangan menimpa daerah permukiman serta fasilitas sipil.

Dampak Serangan Udara di Berbagai Wilayah

Dalam 48 jam terakhir, sejumlah serangan mematikan tercatat di selatan dan timur Lebanon. Salah satunya terjadi di Lembah Bekaa, di mana enam anggota satu keluarga, termasuk empat anak, meninggal dunia. Serangan lainnya di berbagai kota dan desa juga menimbulkan banyak korban jiwa.

Di Lebanon selatan, setidaknya 10 orang meninggal dunia dan enam lainnya terluka akibat serangan udara yang menargetkan kota Sir al-Gharbiyyeh di Distrik Nabatieh, menurut laporan Kantor Berita Nasional Lebanon (NNA).

Sementara itu, serangkaian serangan di ibu kota Beirut dan wilayah selatan pada Minggu (8/3/2026) menewaskan setidaknya 49 orang, menurut Kementerian Kesehatan dan media lokal. Ini terjadi sehari setelah setidaknya 55 orang meninggal dunia, termasuk anak-anak, akibat serangan udara di Lebanon timur dan selatan pada Sabtu (7/3/2026).

Eskalasi militer ini terjadi setelah Israel memperluas kampanye militernya di Lebanon menyusul serangan roket terbatas oleh kelompok Hezbollah. Ketegangan regional semakin meningkat sejak 28 Februari, ketika AS dan Israel melancarkan serangan gabungan terhadap Iran yang menewaskan lebih dari 1.200 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei.

Iran membalas dengan serangan pesawat tak berawak dan rudal ke Israel dan negara-negara Teluk yang menjadi basis aset militer AS. Eskalasi ini meluas ke Lebanon, di mana Israel dan Hezbollah saling melancarkan serangan lintas perbatasan, menimbulkan hampir 400 korban jiwa, melukai lebih dari 1.100 orang, dan menyebabkan ribuan orang mengungsi sejak Senin, menurut data Lebanon.

Sumber: Antara/Xinhua

Leave a Reply