Medianusantara.site, KENDAL — Ratusan warga Desa Sriwulan, Kecamatan Limbangan, Kabupaten Kendal, tampak sumringah saat mendatangi aula balai desa pada Rabu (11/3/2026) siang. Pemerintah Desa (Pemdes) Sriwulan membagikan uang tunjangan hari raya (THR) kepada warga menjelang Lebaran Idulfitri.
Sebanyak 225 kepala keluarga (KK) menerima THR masing-masing sebesar Rp1 juta. Dana yang dibagikan tersebut berasal dari hasil pengelolaan objek wisata Kalikesek yang pada 2025 menghasilkan pendapatan hingga Rp1,5 miliar.
Salah seorang warga, Khozin, 43, mengaku bahagia karena sudah tiga tahun berturut-turut menerima THR dari Pemdes Sriwulan. Ia berencana menggunakan sebagian uang tersebut untuk diberikan kepada orang tuanya, sedangkan sisanya digunakan untuk memenuhi kebutuhan Lebaran.
“Ya, tentu bahagia. Dari sekian banyak desa, mungkin hanya di desa ini yang warganya bisa menerima THR sebesar ini,” katanya saat ditemui Espos, Rabu.
Warga Terbantu Persiapan Lebaran
Khozin mengungkapkan sebelum ada pembagian THR dari desa, dirinya jarang memiliki persiapan khusus untuk merayakan Idulfitri. Menurutnya, bantuan tersebut membuat persiapan Lebaran terasa lebih ringan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
“Dulu kalau mau beli apa-apa, misalnya baju baru, harus mikir dua kali. Kalau sekarang, dari uang THR ini saya bisa memberi orang tua dan beli baju baru untuk anak-istri,” katanya.
Hal serupa disampaikan warga lainnya, Sunarti. Perempuan tersebut berencana menggunakan uang THR untuk membeli baju baru bagi kedua anaknya.
“Uangnya untuk membeli baju baru anak-anak. Sangat bermanfaat juga untuk belanja berbagai kebutuhan Lebaran seperti beras dan cemilan untuk menjamu tamu,” terangnya.
Nominal THR Naik Tiap Tahun
Kepala Desa Sriwulan, Sulistyo, mengatakan pembagian THR kepada warga sudah berlangsung selama tiga tahun terakhir. Nominal yang diberikan juga meningkat setiap tahun seiring bertambahnya pendapatan desa.
“Untuk nominal tahun ini memang kita naikkan sedikit jumlahnya menjadi Rp1 juta per KK. Tahun sebelumnya Rp750.000 dan untuk tahun pertama saat kami membagikan THR pertama Rp500.000,” ungkap Sulistyo.
Ia menjelaskan meningkatnya kunjungan wisata ke Kalikesek berdampak pada naiknya pendapatan asli desa (PAD) Sriwulan. Dana tersebut kemudian dialokasikan untuk berbagai program desa, seperti kesehatan, pendidikan, hingga pemberian THR kepada warga.
Menurutnya, program pembagian THR ini bertujuan membantu masyarakat memenuhi kebutuhan menjelang Lebaran. Apalagi mayoritas warga Desa Sriwulan bekerja sebagai buruh tani.
“PAD itu pada dasarnya penggunaannya cukup fleksibel. Mau dipakai untuk apa pun bisa diputuskan oleh desa. Tapi kami mendapat masukan dari BPD dan tokoh masyarakat, kalau ada kelebihan anggaran sebaiknya dibagikan kepada warga dalam bentuk THR,” tandasnya.
Leave a Reply