Medianusantara.site, SOLO — Sebanyak 30 perempuan mengikuti pelatihan merangkai buket bunga menggunakan pita bersama Wakil Wali Kota Solo Astrid Widayani di Aula Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Solo, Jumat (13/3/2026).
Kegiatan bertajuk Ngabuburit Kreatif Workshop Hand Bouquet Pita tersebut merupakan kolaborasi antara Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Solo, Forum Perempuan Berdaya Kota Solo, Rotary Club of Soloraya, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Solo, serta Fresh Health & Dynamic (FHD) Motivation.
Para peserta mendapatkan perlengkapan seperti pita satin, kardus, tusuk satin, lem tembak, cutter, gunting, dan kartu ukur untuk merangkai buket bunga. Mereka juga didampingi panitia selama proses pembuatan kerajinan tersebut. Astrid Widayani turut membersamai para peserta dalam kegiatan tersebut.
Ketua Forum Perempuan Berdaya Kota Solo, Raden Ayu (RAy) Febri Hapsari, mengatakan pelatihan ini bertujuan memberikan wawasan sekaligus peluang ekonomi bagi perempuan dari lima kecamatan di Kota Solo.
“Kami melihat peluang dari banyak acara seperti wisuda, ulang tahun, dan berbagai kegiatan lain yang membutuhkan buket bunga sebagai bentuk apresiasi. Margin dari karya ini bisa mencapai 50%, sehingga memiliki nilai ekonomi yang cukup besar,” ujarnya.
Menurut Febri, usaha kerajinan tangan dapat dijalankan sambil tetap menjalankan peran perempuan dalam keluarga, sehingga bisa menjadi sumber tambahan penghasilan.
Ia menjelaskan peserta pelatihan nantinya akan mengikuti lomba untuk menghasilkan karya terbaik. Selanjutnya, para peserta akan menjadi pelaku UMKM binaan Kadin Solo yang akan membantu pemasaran produk mereka.
Selain itu, Rotary Club of Soloraya juga memberikan dukungan berupa bantuan peralatan maupun modal kerja sebagai langkah awal bagi peserta untuk memulai usaha.
“Kami juga memberikan bingkisan sembako dan bantuan uang agar mereka semakin semangat memulai usaha,” katanya.
Kegiatan pemberdayaan tersebut juga menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Perempuan Internasional.
Forum Perempuan Berdaya Kota Solo sendiri merupakan organisasi yang dibentuk pada Juli tahun lalu sebagai wadah bagi perempuan untuk mengembangkan diri dan memberikan dampak positif bagi lingkungan.
“Kami ingin mengajak perempuan dari berbagai latar belakang, baik perempuan profesional, perempuan rentan, maupun perempuan kepala keluarga, untuk bersama-sama memajukan perempuan di Kota Solo,” ujar Febri.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Solo Astrid Widayani mengatakan salah satu fungsi utama DP3AP2KB adalah memberdayakan perempuan sekaligus menjaga inklusivitas Kota Solo agar perempuan memiliki peran yang kuat dalam pembangunan kota.
Menurut Astrid, banyak potensi keterampilan yang bisa dikembangkan oleh perempuan untuk memperkuat ekonomi keluarga dan ekonomi lokal.
“Kami melihat banyak potensi dari ibu-ibu, mulai dari keterampilan hingga peran mereka sebagai penguat keluarga. Karena itu kami sangat mengapresiasi pelatihan merangkai bunga ini,” ujarnya.
Ia menambahkan Kota Solo memiliki sekitar 7.000 perempuan kepala rumah tangga yang masuk dalam data kemiskinan, sehingga berbagai program pemberdayaan ekonomi kreatif menjadi sangat penting.
Astrid menilai sektor industri kreatif di Solo memiliki peluang besar untuk berkembang, tidak hanya pada produk makanan dan minuman, tetapi juga kerajinan tangan.
“Kota Solo sebagai kota berbasis seni budaya memiliki ruang yang luas untuk pengembangan ekonomi kreatif, termasuk kerajinan bunga dan berbagai produk kreatif lainnya,” katanya.

Leave a Reply