Medianusantara.site, JAKARTA – Presiden Amerika Serikat Donald Trump meminta sekutu Eropa dan mitra di dunia Arab untuk bergabung dengan AS dalam upaya membuka Selat Hormuz.
“Presiden berbicara dengan sekutu kita di Eropa, dan juga banyak mitra kita di Teluk dan dunia Arab untuk mendorong mereka meningkatkan upaya untuk membuka Selat Hormuz, dan sekutu NATO kita, khususnya untuk meningkatkan upaya mereka,” kata Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, kepada Fox News, Senin (16/3/2026).
Trump menyerukan kepada sekutu AS untuk “melakukan hal yang benar” agar Eropa, Timur Tengah, dan seluruh dunia aman, imbuh Leavitt.
Sebelumnya pada 28 Februari, AS dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah sasaran di Iran, termasuk di Teheran, sehingga menyebabkan kerusakan dan korban jiwa di kalangan warga sipil. Iran membalasnya dengan menyerang wilayah Israel dan fasilitas militer AS di Timur Tengah.
Eskalasi di sekitar wilayah Iran telah menyebabkan terhentinya lalu lintas di Selat Hormuz, yang menjadi jalur utama untuk pengiriman minyak dan gas alam cair dari negara-negara Teluk Persia ke pasar global, sehingga memengaruhi ekspor dan produksi minyak di kawasan tersebut.
Sebelumnya, Trump pada Minggu (15/3/2026) mengancam bahwa NATO akan menghadapi masa depan yang “sangat buruk” jika para sekutunya gagal bertindak untuk membantu Washington menjaga Selat Hormuz tetap terbuka, demikian dilansir Financial Times (FT).
Dalam wawancara via telepon dengan harian Inggris tersebut, Trump kembali menekan sekutu-sekutu Eropa dengan mendesak mereka bergabung dalam operasi AS terkait selat itu, yang merupakan rute pengiriman minyak global krusial.
Pemimpin AS tersebut mengatakan bahwa Eropa merupakan penerima manfaat utama dari pelayaran melalui jalur tersebut dan seharusnya turut membantu memastikan “tidak ada hal buruk yang terjadi di sana”.
Dia juga memperingatkan bahwa masa depan NATO akan “sangat buruk” jika sekutu-sekutunya “tidak memberikan tanggapan” atau memberikan “tanggapan negatif” terhadap permintaan Washington.
Menanggapi permintaan Trump, Perdana Menteri Swedia Ulf Kristersson, tidak melihat perlunya peran apa pun dari negaranya dalam memastikan keamanan jalur pelayaran Selat Hormuz.
“Anda harus tetap tenang. Saat ini banyak pembicaraan, tetapi tidak relevan bagi Swedia untuk berpartisipasi,” kata Kristersson seperti dikutip media daring Sweden Herald seperti dilansir Antara.
Pernyataan Kristersson itu muncul setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump memperingatkan sekutu Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) bahwa aliansi itu menghadapi “masa depan yang sangat buruk” jika mereka gagal membantu Amerika mengamankan Selat Hormuz.
Kristersson mengatakan bahwa negara Nordik itu memiliki sedikit kemampuan untuk memengaruhi kawasan Timur Tengah. Sumber daya Swedia saat ini sedang difokuskan pada Ukraina, ujarnya.

Leave a Reply