Medianusantara.site, KLATEN — Ribuan wisatawan memadati kompleks Candi Prambanan pada momen libur Lebaran 2026, Minggu (22/3/2026). Mayoritas pengunjung merupakan wisatawan domestik yang memanfaatkan masa libur untuk berwisata.
Berdasarkan pantauan di lokasi, pengunjung memadati berbagai sudut kawasan candi. Mereka terlihat berfoto dengan latar belakang Candi Prambanan maupun menikmati berbagai atraksi yang disiapkan pengelola selama musim liburan.
Salah satu atraksi yang menarik perhatian adalah program Piknik di Candi bersama Pelangi di Mars. Berbagai karakter dari film animasi keluarga tersebut dihadirkan, termasuk balon udara raksasa berbentuk tokoh film.
Pengunjung juga dapat mengikuti sejumlah kegiatan seperti storytelling, face painting, hingga membatik yang digelar pada waktu-waktu tertentu.
Selain itu, tersedia Pasar Medang yang menawarkan berbagai kuliner tradisional seperti sate koyor, leker jadul, mendoan, dawet, hingga nasi gudeg. Para pengunjung terlihat menikmati sajian kuliner tersebut di bawah rindangnya pepohonan di kawasan candi.
Pengelola juga menghadirkan aktivitas berwastra di candi, yaitu pengalaman mengenakan busana tradisional Nusantara yang dapat digunakan wisatawan untuk berfoto di sejumlah spot menarik.
Kunjungan Melonjak hingga Sore
Pelaksana Tugas Direktur Utama InJourney Destination Management (IDM), Joel Siahaan, mengatakan jumlah pengunjung hingga pukul 11.00 WIB telah mencapai hampir 5.000 orang.
“Biasanya trennya terus meningkat sampai menjelang sore. Harapan kami mudah-mudahan hari ini bisa di angka 15.000 sampai 20.000 pengunjung,” ujarnya saat ditemui di Candi Prambanan.
Berkaca pada libur Lebaran tahun lalu, jumlah pengunjung saat puncak liburan mencapai sekitar 15.000 orang per hari. Joel optimistis angka serupa akan tercapai pada periode liburan tahun ini.
Secara keseluruhan, pengelola menargetkan sekitar 129.000 pengunjung datang ke Candi Prambanan selama periode 21–29 Maret 2026.
Joel menilai kebijakan Work From Anywhere (WFA) yang diterapkan pemerintah juga berpotensi meningkatkan mobilitas masyarakat untuk berwisata.
“Kami belum menghitung secara spesifik, tetapi kami memahami dengan adanya WFA masyarakat akan memanfaatkan kesempatan untuk berwisata. Kami berharap hal itu berdampak positif,” katanya.
Berdasarkan data pengelola, jumlah kunjungan wisatawan ke Candi Prambanan pada Jumat (20/3/2026) tercatat 5.565 orang dan meningkat menjadi 6.815 orang pada Sabtu (21/3/2026). Sementara pada hari biasa jumlah pengunjung rata-rata berkisar 2.000–3.000 orang per hari.
Pengelola juga memastikan tidak ada kenaikan harga tiket selama periode libur Lebaran. Harga tiket tetap Rp50.000 per orang pada hari kerja dan Rp65.000 per orang saat akhir pekan.
Salah satu wisatawan asal Ternate, Richelia (23), mengaku sengaja datang ke Candi Prambanan karena tertarik dengan nilai sejarah dan kemegahan bangunan candi.
“Candi Prambanan menarik sekali. Apalagi ada kisah Roro Jonggrang. Kalau melihat candi-candi di sana seperti kembali ke masa lalu,” ujarnya.
Ia juga menilai banyak spot foto menarik di kawasan candi, termasuk fasilitas berfoto menggunakan wastra Nusantara.
“Jujur saja saya sudah tiga kali ke sini. Jadi tidak pernah bosan,” katanya.
Pengunjung lainnya, Alvian (27), memilih Candi Prambanan sebagai destinasi wisata karena lokasinya dekat dengan exit Tol Solo–Jogja serta memiliki kawasan yang luas untuk beraktivitas.
“Kalau perjalanan dari Madiun sampai sini sekitar empat jam. Kalau lewat jalur arteri mungkin bisa sampai enam jam,” katanya.

Leave a Reply