Medianusantara.site, JAKARTA — Jutaan warga Amerika Serikat (AS) turun ke jalan menentang kebijakan pemerintahan Presiden Donald Trump pada Sabtu (28/3/2026) waktu setempat. Aksi bertajuk “No Kings” ini kembali digelar untuk ketiga kalinya dan dilaporkan melumpuhkan aktivitas di berbagai kota besar di Negeri Paman Sam.
Senator independen AS, Bernie Sanders, turut memobilisasi dukungan untuk aksi tersebut. Melalui unggahan di akun X pribadinya, ia menegaskan bahwa jutaan warga bersatu menolak kebijakan yang dinilai mencederai prinsip demokrasi dan keadilan ekonomi.
“Kita akan mengatakan TIDAK pada otoritarianisme. TIDAK pada oligarki. TIDAK pada perang tanpa akhir. TIDAK pada serangan yang terus berlanjut terhadap kelas pekerja,” tegas Sanders melalui akun @BernieSanders, Sabtu (28/3/2026).
Sanders juga mengonfirmasi dirinya turun langsung bergabung dengan massa aksi di St. Paul, Minnesota.
Isu Imigrasi hingga Perang Iran Picu Gelombang Protes
Berdasarkan laporan BBC, Minnesota menjadi salah satu episentrum utama unjuk rasa. Sentimen publik di wilayah tersebut memanas setelah tewasnya dua warga AS, Renee Nicole Good dan Alex Pretti, oleh agen penegak imigrasi federal (ICE) pada Januari lalu.
Insiden tersebut memicu kemarahan nasional terhadap kebijakan imigrasi keras yang diterapkan pemerintahan Trump.
Selain isu imigrasi, para demonstran juga menyuarakan penolakan terhadap keterlibatan AS dalam konflik dengan Iran.
Di Washington D.C., massa memadati kawasan National Mall hingga anak tangga Lincoln Memorial. Para pengunjuk rasa membawa spanduk dan patung tiruan (efigi) Presiden Trump, Wakil Presiden J.D. Vance, serta sejumlah pejabat kabinet, sembari mendesak mereka dilengserkan dan diadili.
Aksi besar ini turut berdampak pada aktivitas kota. Di New York City, kepolisian (NYPD) menutup sejumlah ruas jalan utama di sekitar Times Square dan Midtown Manhattan untuk mengakomodasi pergerakan massa.
Sebagai perbandingan, aksi “No Kings” pada Oktober tahun lalu diikuti lebih dari 100.000 orang di New York, dengan total partisipasi nasional mencapai hampir tujuh juta orang.
Skala mobilisasi besar diperkirakan kembali terjadi, mengingat aksi tidak hanya berlangsung di kota besar seperti Boston, Nashville, dan Houston, tetapi juga merambah kota kecil seperti Shelbyville (Kentucky) dan Howell (Michigan).
Untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan, otoritas di sejumlah negara bagian dilaporkan menyiagakan Garda Nasional (National Guard). Meski demikian, penyelenggara menegaskan seluruh rangkaian aksi “No Kings” dirancang berlangsung damai.
Artikel ini telah tayang di Bisnis.com dengan judul “Protes Pemerintahan Trump, Jutaan Warga AS Turun ke Jalan dalam Aksi ‘No Kings’“.

Leave a Reply