Pemerintah Genjot Sekolah Rakyat, Target Tampung 100.000 Siswa

Pemerintah Genjot Sekolah Rakyat, Target Tampung 100.000 Siswa
Gedung sekolah rakyat di Kampung Gadingan, Kelurahan Jombor, Kecamatan Bendosari, Sukoharjo, Rabu (20/5/2026). (Daerah/Bony Eko Wicaksono)

Medianusantara.site, JAKARTA — Pemerintah terus menggenjot pembangunan Sekolah Rakyat di berbagai daerah. Program pendidikan yang ditujukan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu itu ditargetkan mampu menampung lebih dari 100.000 siswa pada tahun ajaran 2027-2028.

Hal tersebut disampaikan Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul saat mendampingi kunjungan Presiden RI Prabowo Subianto ke Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 17 Tabanan, Bali, Minggu (7/6/2026).

Gus Ipul mengatakan saat ini pemerintah membuka kesempatan bagi calon siswa dan orang tua untuk melihat langsung fasilitas Sekolah Rakyat melalui kegiatan open house. Namun, proses penerimaan peserta didik tidak dilakukan melalui pendaftaran terbuka.

“Mereka [siswa] dijangkau, jadi tidak membuka pendaftaran. Akan tetapi, [pemerintah] menjangkau mereka-mereka yang memenuhi kriteria untuk bisa bersekolah di Sekolah Rakyat,” katanya.

Menurut dia, siswa yang diterima merupakan anak-anak dari keluarga kurang mampu yang tercatat dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Jika belum terdata, pemerintah akan melakukan pemutakhiran data terlebih dahulu.

“Di sini [Sekolah Rakyat] dilarang suap menyuap, membayar, titipan dari siapapun. Ini disampaikan ke pendamping Pemda yang turut melakukan penjangkauan Sekolah Rakyat,” ujarnya.

Gus Ipul mengungkapkan pada tahun ajaran 2025-2026 jumlah siswa Sekolah Rakyat telah mencapai lebih dari 15.000 orang. Sementara pada tahun ajaran 2026-2027, pemerintah menambah kuota hingga 32.000 siswa.

“Tahun depan, 2027-2028 bisa ada lebih dari 100.000 siswa,” ujar Gus Ipul.

93 Sekolah Rakyat Permanen Sedang Dibangun

Hingga saat ini, pemerintah telah memiliki 166 titik Sekolah Rakyat rintisan yang beroperasi di berbagai wilayah Indonesia. Selain itu, pembangunan gedung Sekolah Rakyat permanen juga terus dikebut.

Gus Ipul menyebut sebanyak 93 Sekolah Rakyat permanen saat ini masih dalam proses pembangunan dengan progres yang hampir mencapai 80%.

Sementara itu, Presiden Prabowo Subianto menegaskan Sekolah Rakyat merupakan bentuk kehadiran negara untuk membantu masyarakat yang paling membutuhkan, terutama anak-anak dari keluarga kurang mampu agar memperoleh akses pendidikan yang layak.

“Memang Sekolah Rakyat kita wujudkan untuk membantu mereka yang paling susah, mereka yang paling kurang berdaya,” ujar Prabowo.

Menurut Prabowo, tujuan utama pembangunan bangsa adalah meningkatkan kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia. Karena itu, pendidikan menjadi salah satu instrumen penting untuk membuka jalan menuju kehidupan yang lebih baik.

“Pembangunan kita sebagai bangsa tujuannya adalah untuk membuat seluruh rakyat Indonesia hidupnya layak, hidupnya baik. Karena itu usaha untuk berbuat agar rakyat hidup baik, hidup layak adalah usaha yang sangat besar. Kita harus bekerja keras di semua bidang,” kata Prabowo.

Artikel ini telah tayang di Bisnis.com dengan judul “Pemerintah Genjot Pembangunan Sekolah Rakyat, Akan Tampung 100.000 Siswa Tahun Depan“.

Leave a Reply