Dibagikan Gratis di Pasar Triwindu Solo, Jenang Sura Bikin Pengunjung Terkesan

Dibagikan Gratis di Pasar Triwindu Solo, Jenang Sura Bikin Pengunjung Terkesan
Sejumlah pedagang Pasar Triwindu Solo membagikan 500 porsi jenang sura di pasar setempat, Selasa (16/6/2026). (Daerah/Dhima Wahyu Sejati)

Medianusantara.site, SOLO — Ratusan warga dan wisatawan memadati area Pasar Triwindu, Solo, untuk mengantre pembagian porsi jenang sura pada Selasa (16/6/2026). Tradisi membagikan bubur gurih khas perayaan Malam 1 Sura atau 1 Muharam ini menjadi daya tarik wisata sekaligus ajang pelestarian budaya di Kota Bengawan.

Pembagian jenang yang dimulai sejak pukul 11.00 WIB tersebut langsung disambut antusias oleh pengunjung pasar dan warga sekitar. Jenang suro yang dibagikan memiliki cita rasa gurih yang khas karena dimasak perlahan menggunakan santan, serai, dan daun salam. 

Pengunjung asal Kabupaten Karanganyar, Putri Badiah, 25, tak menyangka waktu jalan-jalannya ke pasar barang antik tersebut bertepatan dengan momen bagi-bagi jenang gratis.

“Sebenarnya cuma mau main dan lihat-lihat ke Triwindu. Kok ngepasin ada acara ini. Awalnya tanya-tanya di depan, ternyata dibilang gratis dalam rangka 1 Sura,” tutur Putri kepada Espos, Selasa.

Ia mengaku sangat menikmati sajian jenang gratis tersebut. Ia mengatakan rasanya enak dan porsinya ternyata cukup banyak sehingga membuatnya kenyang. Meski semapt harus antre, namun tidak terlalu lama. “Porsinya ternyata besar banget, di-full-in, dan rasanya enak. Antrenya juga lumayan cepat,” katanya.

Senada dengan Putri, rekannya yang berasal dari Wonogiri, Nisa Hidayah, 25, juga merasa sangat terkesan dengan pengalaman pertamanya mencicipi jenang sura. Momen liburannya kali ini ia manfaatkan untuk menyambangi tempat-tempat ikonik di Solo yang belum sempat ia eksplorasi saat masih menjadi mahasiswa dulu.

“Ini pengalaman pertama dan sangat menyenangkan. Ternyata turisnya banyak juga. Jenangnya enak, saya kasih nilai 10. Walaupun antre, petugasnya ramah-ramah banget saat mengarahkan pengunjung,” ujar Nisa.

Harapan Tahun Baru 

Nisa berharap pada momen pergantian Tahun Baru Islam dan kalender Jawa ini bisa membawa energi positif buat semua. Terutama, ia berharap ada ketenangan dan kedamaian menyertai kehidupannya.

“Kalau saya pribadi, di tengah dinamika dan huru-hara di Indonesia yang lagi seperti saat ini, semoga tahun baru ini membawa energi yang lebih bagus. Semoga bangsa kita bisa lebih maju lagi dan keadaannya lebih tenang,” katanya.

Ketua Paguyuban Pasar Triwindu, Nur Bramantyo, menjelaskan pembagian jenang sura ini merupakan tradisi turun-temurun para pedagang barang antik tersebut. Jika dulu tradisi makan bersama ini hanya dilakukan di lingkup internal pedagang, kini mereka sepakat untuk memperluasnya dan membagikannya secara cuma-cuma kepada masyarakat umum.

“Ini tradisi pasar kami setiap bulan Sura. Dulu zaman orang tua kita, bikin jenang terus dimakan bersama-sama. Kemarin-kemarin saya coba bikin untuk umum, ternyata pengunjung antusias. Akhirnya sekarang dari pedagang untuk semua pengunjung,” ungkap pria yang akrab disapa Bram tersebut di sela-sela acara.

Bram menyebut tingginya animo warga membuat panitia terus melipatgandakan porsi setiap tahunnya. Jika sebelumnya paguyuban hanya menyiapkan 150-300 porsi, tahun ini targetnya dinaikkan menjadi 500 porsi, ditambah dengan aneka jajan pasar gratis.

Menariknya, seluruh dana dan tenaga untuk mengeksekusi acara ini murni hasil swadaya dan gotong royong para pedagang. Ibu-ibu paguyuban bahkan sudah mulai memasak sejak Senin dan baru rampung pada Selasa pagi pukul 10.30 WIB.

“Tujuan utama kami supaya generasi ke depannya tidak putus tradisinya. Kedua, untuk mengenalkan Pasar Triwindu ke masyarakat luas bahwa pasar ini punya tradisi unik. Ini juga menjadi momentum untuk mengangkat ekonomi pedagang barang antik serta mengedukasi generasi muda,” tambahnya.

Leave a Reply