Medianusantara.site, KARANGANYAR — Operasi pencarian terhadap Samuel Mikael Pakpahan, 16, warga Winong, Desa Ngringo, Kecamatan Jaten, Kabupaten Karanganyar, yang sebelumnya diduga hanyut di aliran Sungai Bengawan Solo kawasan Jembatan Jurug, dihentikan sementara pada Jumat (3/7/2026) petang.
Penghentian operasi dilakukan setelah penyelidikan kepolisian menemukan bukti kuat bahwa remaja tersebut diduga meninggalkan lokasi kejadian dan tidak mengarah ke sungai.
Kepala Bidang Kedaruratan, Logistik, Rehabilitasi, dan Rekonstruksi BPBD Karanganyar, Farid Teguh Prabowo, mengatakan Basarnas memutuskan menutup sementara operasi pencarian setelah dilakukan evaluasi bersama.
“Operasi pencarian untuk sementara di-off-kan atau ditutup. Namun personel Basarnas masih standby di Posko PJT, begitu juga BPBD dan sejumlah relawan tetap bersiaga di lokasi,” kata Farid saat dikonfirmasi Espos.
Ia menjelaskan keputusan tersebut didasarkan pada hasil penyelidikan kepolisian. Berdasarkan keterangan saksi dan rekaman CCTV, korban diketahui justru meninggalkan lokasi.
“Tadi ada saksi yang melihat bahwa malam itu yang bersangkutan berlari ke arah barat. Informasi dari kepolisian seperti itu. Rekaman CCTV juga menunjukkan korban tidak menuju sungai,” ujarnya.
Sebelumnya, operasi SAR dibuka setelah diterima laporan adanya seorang remaja yang diduga hanyut di aliran Sungai Bengawan Solo di wilayah Desa Ngringo, Kecamatan Jaten. Informasi awal menyebutkan seorang saksi mengantar korban ke bawah Jembatan Jurug. Korban kemudian meminta saksi menjemput pacarnya. Namun saat saksi kembali, korban sudah tidak berada di lokasi.
Di tempat tersebut hanya ditemukan telepon genggam dan sandal milik korban.
Dalam operasi pencarian, tim SAR mengerahkan tiga Search and Rescue Unit (SRU), yakni SRU Selam yang menyisir tiga titik dengan kedalaman sekitar empat meter, SRU Body Rafting, serta SRU LCR yang melakukan penyisiran dari lokasi kejadian hingga Jembatan Ring Road sejauh sekitar tiga kilometer.
Pencarian dilakukan sejak pagi hingga sore hari, tetapi tidak membuahkan hasil.
Hasil penyelidikan lanjutan kepolisian kemudian menemukan bukti dari tiga titik rekaman CCTV yang memperlihatkan korban meninggalkan lokasi kejadian dan tidak mengarah ke aliran sungai.
Berdasarkan hasil evaluasi bersama Basarnas, kepolisian, BPBD, serta unsur terkait lainnya, operasi SAR diubah statusnya menjadi pemantauan hingga terdapat informasi atau tanda-tanda baru mengenai keberadaan Samuel Mikael Pakpahan.

Leave a Reply