Swiss vs Argentina di Perempat Final, Kobel Tak Gentar Hadapi Juara Bertahan

Swiss vs Argentina di Perempat Final, Kobel Tak Gentar Hadapi Juara Bertahan
Kiper Swiss, Gregor Kobel, tampil sebagai Man of the Match dalam laga Swiss vs Kolombia di babak 16 besar Piala Dunia 2026. (Instagram/swissnatimen)

Medianusantara.site, VANCOUVER — Timnas Swiss tengah menikmati salah satu pencapaian terbaik dalam sejarah sepak bola mereka setelah memastikan tempat di perempat final Piala Dunia 2026. Meski akan menghadapi juara bertahan Argentina, para pemain Swiss menegaskan siap memberikan perlawanan.

Swiss memastikan tiket ke delapan besar setelah menyingkirkan Kolombia lewat adu penalti dengan skor 4-3, seusai bermain imbang tanpa gol di BC Place, Vancouver, Rabu (8/7/2026) dini hari WIB.

Hasil tersebut mengantarkan Swiss lolos ke perempat final Piala Dunia untuk pertama kalinya sejak menjadi tuan rumah pada edisi 1954. Pada babak berikutnya, tim asuhan Murat Yakin akan menantang Argentina yang sebelumnya menyingkirkan Mesir.

Kiper Gregor Kobel menjadi pahlawan kemenangan Swiss setelah melakukan sejumlah penyelamatan penting, termasuk menggagalkan eksekusi penalti Cucho Hernandez pada babak adu penalti.

Seusai pertandingan, Kobel menyebut keberhasilan membawa Swiss menembus perempat final sebagai salah satu momen paling berkesan dalam kariernya. Penjaga gawang Borussia Dortmund itu menilai pencapaian tersebut merupakan buah kerja keras seluruh tim.

“Ini adalah salah satu hari terindah dalam hidup saya, setidaknya dari sisi olahraga. Saya sangat bahagia untuk tim ini, untuk kami semua, karena kami memiliki begitu banyak orang hebat bersama kami,” kata Kobel seusai laga, dikutip dari Antara.

Kobel Yakin Swiss Bisa Bersaing

Kobel mengaku tetap tenang saat adu penalti karena memiliki kepercayaan penuh terhadap kemampuan rekan-rekannya.

“Saya punya kepercayaan besar kepada para pemain, kemampuan mereka dalam mengeksekusi penalti, dan tentu saja saya percaya dengan kondisi fisik saya sendiri,” ujarnya.

Menurut Kobel, laga melawan Kolombia menjadi ujian berat karena berlangsung dengan intensitas tinggi dan diwarnai banyak duel fisik. Meski demikian, Swiss mampu menjaga ketenangan dan kekuatan mental hingga akhirnya memastikan kemenangan.

“Kami tahu mereka adalah tim yang sangat kuat secara fisik. Kami tahu akan ada beberapa fase ketika kami harus bertahan dan tetap kuat secara mental. Saya pikir kami melakukan itu dengan sangat baik,” ujar Kobel.

Ia juga mengapresiasi perjuangan seluruh pemain yang mampu melewati tekanan sepanjang pertandingan dan mengukir sejarah baru bagi sepak bola Swiss.

“Untuk sebuah negara kecil bisa berada di delapan besar dunia dalam olahraga terbesar di dunia, itu luar biasa. Saya sangat bahagia untuk para suporter dan semua orang yang terlibat,” katanya.

Leave a Reply