Istana Ingatkan Pesan Prabowo: TNI-Polri Harus Bersih dari Korupsi

Istana Ingatkan Pesan Prabowo: TNI-Polri Harus Bersih dari Korupsi
Polisi melakukan penggeledahan terkait penyidikan kasus dugaan korupsi tindak pidana pencucian uang (TPPU) di sebuah ruko, Jalan Asem 2, Cipete Selatan, Jakarta, Kamis (9/7/2026). Penggeledahan di lokasi ke-13 tersebut dalam rangka penyidikan kasus yang melibatkan PT PLN (Persero), PT Asabri (Persero) dan PT Krakatau Steel, setelah sebelumnya penyidik melakukan penggeledahan di 12 lokasi berbeda. (ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/nz)

Medianusantara.site, JAKARTA — Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengingatkan kembali pesan Presiden Prabowo Subianto kepada seluruh aparatur negara agar segera berbenah dan membersihkan diri dari praktik korupsi sebelum tindakan penegakan hukum dilakukan.

“Beliau berulang kali mengingatkan seluruh jajaran pemerintahan, khususnya para aparatur negara, agar segera berbenah dan membersihkan diri sebelum tindakan penegakan hukum atau pembersihan itu dilakukan,” kata Prasetyo dalam keterangan tertulis, Jumat (10/7/2026).

Menurut Prasetyo, sejak awal masa pemerintahannya Presiden Prabowo menunjukkan komitmen kuat dalam pemberantasan korupsi. Kepala Negara juga terus menekankan pentingnya pembenahan tata kelola di seluruh jajaran pemerintahan.

Ia mengatakan Presiden memandang korupsi sebagai salah satu persoalan terbesar yang masih dihadapi Indonesia sehingga upaya pemberantasannya harus terus dilakukan.

“Bapak Presiden, sebagai Kepala Negara sekaligus Kepala Pemerintahan, terus menegaskan bahwa korupsi merupakan salah satu pekerjaan rumah terbesar bangsa ini,” ujarnya.

Prasetyo menambahkan berbagai tantangan dalam pemberantasan korupsi tidak boleh membuat seluruh elemen bangsa kehilangan semangat. Pemerintah, kata dia, akan terus mendorong perbaikan tata kelola pemerintahan, memperkuat integritas, dan membangun birokrasi yang bersih.

“Namun demikian, apa pun tantangan yang kita hadapi, kita tidak boleh menyerah dan tidak boleh patah semangat. Kita harus terus memperbaiki tata kelola, memperkuat integritas, dan membangun pemerintahan yang bersih,” katanya.

Selain itu, Prasetyo menilai stabilitas nasional dan persatuan bangsa harus tetap dijaga agar berbagai persoalan dapat diselesaikan dan program pembangunan berjalan optimal demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga menegaskan pemerintah menghormati setiap proses hukum yang dilakukan aparat penegak hukum, termasuk Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), dalam upaya pemberantasan korupsi.

Menurutnya, asas praduga tak bersalah harus tetap dijunjung tinggi agar masyarakat tidak terjebak dalam spekulasi maupun penilaian yang tidak produktif terhadap proses hukum yang sedang berlangsung.

“Kita semua menghormati setiap proses hukum yang sedang dilaksanakan oleh Aparat Penegak Hukum (APH), dalam hal ini Kepolisian. Kita juga menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah sehingga terhindar dari spekulasi maupun penilaian yang tidak produktif,” ujarnya.

Pernyataan tersebut disampaikan di tengah penyidikan dugaan korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang dilakukan tim gabungan Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortastipidkor) Polri dan Polda Metro Jaya. Dalam kasus tersebut, penyidik menggeledah 13 lokasi di Jakarta dan sekitarnya terkait dugaan korupsi yang melibatkan PT PLN (Persero), PT Asabri (Persero), dan PT Krakatau Steel.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto mengatakan penggeledahan merupakan bagian dari rangkaian penyidikan untuk mengumpulkan barang bukti.

“Ini bagian dari kegiatan penggeledahan yang dilakukan oleh tim gabungan,” kata Budi.

Leave a Reply