Medianusantara.site, BOYOLALI — Proyek revitalisasi jalur pedestrian di kawasan Simpang Lima Boyolali senilai Rp7,5 miliar dipastikan batal dikerjakan pada 2026. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boyolali menunda pelaksanaan proyek tersebut dan mengarahkan anggarannya untuk kegiatan infrastruktur lainnya.
Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Boyolali, Ahmad Gojali, mengatakan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Boyolali telah mengajukan surat kepada Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) agar proyek revitalisasi tersebut dipending.
“DPUPR sudah bersurat ke TAPD untuk dipending atau ditunda pelaksanaannya,” kata Gojali kepada wartawan, Jumat (10/7/2026).
Menurut dia, anggaran yang semula disiapkan untuk revitalisasi pedestrian kemungkinan akan dialihkan untuk pembangunan atau peningkatan ruas jalan lain di Kabupaten Boyolali. “Mungkin akan diarahkan ke kegiatan ruas jalan yang lain,” ujarnya.
Terkait kemungkinan proyek tersebut kembali dilaksanakan pada 2027, Gojali mengatakan keputusan masih menunggu pembahasan dan usulan dari DPUPR Boyolali. “Nanti kami menunggu dari DPUPR,” katanya.
Sebelumnya, Pemkab Boyolali berencana melanjutkan revitalisasi pedestrian di Jalan Pandanaran ruas Tugu Susu Tumpah hingga Pandan Alas pada 2026 dengan alokasi anggaran sekitar Rp7,5 miliar.
Proyek itu merupakan kelanjutan penataan kawasan Simpang Lima Boyolali yang telah dilaksanakan pada 2025. Saat itu, pemerintah menggelontorkan anggaran sekitar Rp22 miliar untuk membangun pedestrian di ruas Simpang Lima hingga Tugu Susu Tumpah, termasuk pembangunan terowongan atau tunnel Simpang Lima.
Bupati Boyolali Agus Irawan sebelumnya menyatakan revitalisasi pedestrian merupakan bagian dari pengembangan dan penataan wajah Kota Boyolali agar semakin nyaman dan menarik.
“Nanti akan kami sosialisasikan kepada pedagang agar semua bisa berjalan dengan baik,” ujar Agus saat ditemui di Pasar Boyolali Kota, Kamis (12/2/2026).
Ia menjelaskan proyek lanjutan tersebut direncanakan mencakup penataan ruas Tugu Susu Tumpah hingga Perempatan Seiko atau Pandan Alas. Penataan kawasan diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan masyarakat sekaligus mendorong aktivitas ekonomi di sepanjang Jalan Pandanaran.
Agus juga berharap pasar dan pertokoan di kawasan tersebut semakin ramai setelah penataan selesai. Selain itu, wajah Kota Boyolali yang semakin tertata diharapkan mampu menarik lebih banyak wisatawan.
“Untuk teknis pembangunan masih kami rapatkan, apakah dilakukan bertahap atau seperti apa,” katanya.
Sementara itu, Kepala Bidang Bina Marga DPUPR Boyolali Joko Prasetyo sebelumnya menjelaskan konsep pembangunan pedestrian lanjutan akan sama dengan proyek tahap pertama. Perbedaannya, jaringan utilitas listrik milik PLN di lokasi tersebut masih berada di atas permukaan sehingga memerlukan penyesuaian dalam pelaksanaan pekerjaan.
“Konsepnya sama dengan pedestrian sebelumnya. Perbedaannya, utilitas listrik PLN masih berada di atas,” ujar Joko.

Leave a Reply