Medianusantara.site, PURWOKERTO-Jabatan Fungsional Pengembang Teknologi Pembelajaran (JF PTP) UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto bersama Unit Kerja Organisasi, Kepegawaian, dan Hukum (OKH) melakukan identifikasi bidang dan produk pengembangan teknologi pembelajaran.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari tindak lanjut verifikasi dan validasi (verval) kebutuhan JF PTP di lingkungan UIN Saizu. Rapat penyusunan identifikasi produk pengembangan teknologi pembelajaran berlangsung di Ruang Unit Kerja OKH, pada Selasa (11/8/2026).
Kegiatan dipandu Ketua Tim OKH UIN Saizu Purwokerto, Astuti Istikaroh, dan dihadiri seluruh JF PTP UIN Saizu, yakni Munjiatun, Tri Mulatsih, M. Yusuf, Safrudin Aziz, dan Mahbub Nasir.
Identifikasi tersebut diperlukan untuk memetakan bidang sekaligus produk pengembangan teknologi pembelajaran yang telah dihasilkan di lingkungan UIN Saizu. Hasil pemetaan selanjutnya akan dilaporkan kepada Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin) sebagai bahan tindak lanjut penataan kebutuhan JF PTP.
Dalam rapat tersebut, JF PTP UIN Saizu membahas 12 bidang pengembangan teknologi pembelajaran yang akan dilaporkan kepada Pusdatin. Bidang tersebut meliputi:
- Peningkatan Pembelajaran Pendidikan Akhlak dan Tasawuf pada Perguruan Tinggi.
- Pelatihan Dasar Teknologi Pembelajaran pada Perguruan Tinggi.
- Peningkatan Kualitas Pembelajaran pada Perguruan Tinggi.
- Peningkatan Pembelajaran pada Program Studi.
- Efisiensi Proses Pembelajaran.
- Peningkatan Pembelajaran pada Program Studi melalui E-Book.
- Peningkatan Kualitas Kurikulum Pembelajaran pada Perguruan Tinggi.
- Penguatan Media Pembelajaran.
- Peningkatan Mutu Pembelajaran melalui Digicourse.
- Peningkatan Tata Kelola Pembelajaran melalui E-SPMI.
- Peningkatan Kompetensi Dosen Pemula Tahun 2025.
- Peningkatan Kompetensi Dosen Pemula Tahun 2026.
Selain memetakan bidang pengembangan, JF PTP juga mengidentifikasi berbagai produk teknologi pembelajaran yang telah dihasilkan dari sejumlah fakultas di UIN Saizu. Produk tersebut antara lain berupa laporan analisis kebutuhan pembelajaran, video pembelajaran, podcast, dan berbagai produk pengembangan teknologi pembelajaran lainnya.
Identifikasi produk menjadi bagian penting dalam proses verifikasi dan validasi kebutuhan JF PTP. Data yang terkumpul nantinya akan menjadi bahan laporan kepada kementerian terkait untuk membantu menentukan kebutuhan JF PTP di lingkungan UIN Saizu.
Dengan adanya pemetaan yang lebih jelas, keberadaan JF PTP di lingkungan perguruan tinggi keagamaan Islam negeri (PTKIN) diharapkan dapat ditata sesuai dengan kebutuhan pengembangan teknologi pembelajaran yang semakin berkembang.
Astuti Istikaroh menegaskan pentingnya percepatan pelaporan hasil identifikasi kepada Pusdatin. “Identifikasi bidang dan produk pengembangan teknologi pembelajaran harus segera dilaporkan ke Pusdatin agar JF PTP di lingkungan PTKIN memiliki rumah serta jenjang karier yang jelas,” ungkap Astuti.
Menurutnya, keberadaan produk pengembangan teknologi pembelajaran yang telah dihasilkan perlu terdokumentasi dan terpetakan dengan baik. Data tersebut tidak hanya menunjukkan aktivitas JF PTP, tetapi juga menggambarkan kebutuhan pengembangan teknologi pembelajaran di lingkungan perguruan tinggi.
Pemetaan produk juga dapat menjadi dasar untuk melihat kesesuaian antara kebutuhan pembelajaran dengan kompetensi serta tugas JF PTP. Dengan demikian, pengembangan teknologi pembelajaran dapat dilakukan secara lebih terarah dan mendukung peningkatan kualitas pembelajaran.
Perkembangan teknologi pendidikan menuntut perguruan tinggi untuk terus beradaptasi. Penggunaan media digital, e-book, video pembelajaran, podcast, digicourse, hingga sistem tata kelola pembelajaran berbasis digital menjadi bagian dari transformasi proses pembelajaran.
Dalam konteks tersebut, JF PTP memiliki peran strategis dalam membantu mengembangkan berbagai inovasi teknologi pembelajaran. Produk yang dihasilkan dapat mendukung dosen dan program studi dalam menciptakan proses pembelajaran yang lebih efektif, efisien, dan sesuai dengan kebutuhan mahasiswa.
Identifikasi yang dilakukan JF PTP UIN Saizu bersama Unit Kerja OKH menjadi langkah untuk memastikan berbagai produk tersebut terdokumentasi secara sistematis. Hasilnya diharapkan dapat menjadi bahan penguatan kelembagaan sekaligus mendukung penataan kebutuhan sumber daya manusia di bidang teknologi pembelajaran.
Selanjutnya, laporan hasil verifikasi dan validasi akan disampaikan kepada Pusdatin. Data tersebut diharapkan dapat membantu kementerian dalam menetapkan kebutuhan JF PTP sekaligus memperjelas posisi dan pengembangan karier para Pengembang Teknologi Pembelajaran di lingkungan PTKIN.
Bagi UIN Saizu, langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem pembelajaran berbasis teknologi. Dengan pemetaan kebutuhan, bidang kerja, dan produk yang lebih terstruktur, pengembangan teknologi pembelajaran diharapkan semakin mampu memberikan kontribusi terhadap peningkatan mutu pendidikan tinggi. (NA)

Leave a Reply