Medianusantara.site, SOLO — Pemerintah Kota (Pemkot) Solo bakal mengubah sistem Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Putri Cempo di Kelurahan Mojosongo, Kecamatan Jebres, Solo, untuk mengantisipasi kebakaran kembali.
Wali Kota Solo Respati Ardi mengatakan perubahan tersebut mencakup perombakan total Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) TPA Putri Cempo. Salah satu yang akan dilakukan adalah mengganti timbangan di TPA yang disebut telah digunakan selama puluhan tahun.
“Ini kami rombak total UPTD TPA Putri Cempo, bahkan timbangan sudah berpuluh-puluhan tahun ternyata belum pernah diganti. Baru kali ini saya ganti,” kata dia kepada wartawan di Balai Kota Solo, Senin (7/9/2026) siang.
Dia mengatakan Pemkot Solo akan mengubah sistem pengamanan TPA Putri Cempo, misalnya dengan menambah kamera pengawas (CCTV) dan memasang sejumlah alat penyiraman otomatis atau sistem sprinkler.
“Jadi mitigasi ke depan lebih siap, lebih kuat supaya tidak terjadi hal yang serupa. Kami akan merubah sistem di TPA,” ungkap dia.
Respati mengatakan Pemkot Solo juga telah sepakat mengakhiri sistem open dumping atau metode pembuangan sampah di TPA dengan cara menumpuk sampah begitu saja di area terbuka tanpa proses pengolahan, pemilahan, ataupun penutupan dengan lapisan tanah.
“Ke depan kami perlahan berproses, semoga tidak ada lagi open dumping di Kota Solo. Kebijakan ke depan adalah melarang open dumping di TPA Putri Cempo,” ujar dia.
Respati mengapresiasi petugas dan relawan gabungan yang telah bertugas memadamkan api di TPA Putri Cempo. Petugas gabungan berhasil meminimalkan api di Zona C dan D. Kini, tim fokus melakukan pemadaman api di Zona B.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Solo, Herwin Tri Nugroho Adi, mengatakan Pemkot Solo masih fokus melakukan pemadaman api. DLH Solo melakukan pembatasan pengiriman sampah dari wilayah kelurahan ke TPA Putri Cempo.
“Karena akses menuju open dumping di TPA itu kan hanya satu sehingga kami utamakan untuk tangki untuk suplai air dan armada pemadam kebakaran,” papar dia.
Dia menjelaskan DLH Solo melakukan koordinasi dengan pihak kelurahan. Aktivitas pengambilan sampah dari warga tetap dilakukan dengan pengaturan yang lebih ketat.
“Agar tidak mengganggu sirkulasi, tentu kami lakukan pengendalian jam-jamnya. Ini tadi juga sudah beberapa hari kami lakukan. Ya, pasti akan ada sumbatan-sumbatan ya, tetapi kami komunikasi dengan Pak Lurah, Bu Lurah,” ungkap dia.

Leave a Reply