Gubernur Luthfi Sebut Proyek Geotermal Gunung Ungaran Belum Kantongi AMDAL

Gubernur Luthfi Sebut Proyek Geotermal Gunung Ungaran Belum Kantongi AMDAL
Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Ahmad Luthfi (kanan), seusai menerima peserta Studi Strategis Dalam Negeri (SSDN) Pendidikan Penyiapan dan Pemantapan Pimpinan Nasional (P4N) LXX TA. 2026 LEMHANAS RI di Gedung Merah Putih Kantor Gubernur Jateng, Selasa (8/9/2026). (Daerah/Adhik Kurniawan).

Medianusantara.site, SEMARANG — Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyatakan masih ada sejumlah tahapan yang belum dipenuhi dalam rencana proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) atau geotermal di Gunung Ungaran. Salah satunya terkait izin analisis mengenai dampak lingkungan (AMDAL).

Meski proyek pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT) tersebut telah mengantongi izin dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Luthfi mengatakan masih terdapat sejumlah proses yang harus dilalui.

“Meskipun dari Kementerian ESDM telah memberikan izin kepada PLN, masih banyak yang belum dipenuhi,” kata Luthfi seusai menerima peserta Studi Strategis Dalam Negeri (SSDN) Pendidikan Penyiapan dan Pemantapan Pimpinan Nasional (P4N) LXX Tahun Anggaran 2026 Lemhannas RI di Gedung Merah Putih Kantor Gubernur Jateng, Selasa (8/9/2026).

Luthfi menyebut izin AMDAL dan sosialisasi kepada masyarakat menjadi bagian dari tahapan yang masih harus dilalui sebelum proyek tersebut berjalan lebih jauh.

“Masih banyak yang belum dipenuhi. Contoh ada izin AMDAL-nya, ada sosialisasi kepada masyarakat, banyak yang harus kita lalui,” ujarnya.

Menurut Luthfi, proses sosialisasi kepada masyarakat penting dilakukan untuk mencegah munculnya gejolak maupun penolakan terhadap proyek geotermal di kawasan Gunung Ungaran.

“Ini perlu pendekatan persuasif dari pejabat publik,” sambungnya.

Sosialisasi Libatkan PLN dan Pemerintah Daerah

Luthfi mengatakan sosialisasi proyek nantinya menjadi ranah pemerintah kabupaten/kota bersama PLN. Sementara Pemerintah Provinsi Jawa Tengah akan memberikan dukungan terhadap proses yang berjalan.

“Ranahnya kabupaten/kota dengan PLN. Kita sifatnya backup,” ucapnya.

Sementara itu, Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI Ace Hasan Syadzily menilai pemanfaatan energi panas bumi dapat meningkatkan ketersediaan energi sekaligus mendukung penggunaan energi yang lebih ramah lingkungan.

“Tidak akan berdampak terhadap lingkungan yang sangat luas. Justru dengan pemanfaatan geothermal, saya kira akan lebih menjaga sustainabilitas lingkungan di daerah tersebut,” kata Ace.

Menurut Ace, pemahaman mengenai manfaat proyek geotermal perlu disampaikan kepada masyarakat. Selain meningkatkan ketersediaan energi, proyek tersebut juga dinilai berpotensi membuka lapangan kerja.

“Tenaga kerja juga bisa terserap. Sehingga ini bisa mengurangi kemiskinan, menciptakan lapangan kerja, dan mensejahterakan masyarakat,” ucapnya.

Leave a Reply