Medianusantara.site, SOLO — Rencana sterilisasi parkir di jalan sebelah timur Masjid Syeikh Zayed, Gilingan, Banjarsari, Solo, mendapat penolakan warga RW 013 Rejosari. Warga memasang sejumlah spanduk sebagai bentuk penolakan terhadap rencana pemindahan parkir ke lahan eks Denbekang, Selasa (29/9/2026).
Ketua Paguyuban Bersama RW 013 Rejosari, Lanyono, mengatakan rencana tersebut berdampak pada 56 petugas parkir yang selama ini bekerja di kawasan timur Masjid Syeikh Zayed.
Dia menilai pemindahan ke lahan eks Denbekang berpotensi menimbulkan persoalan pembagian lahan parkir karena di lokasi tersebut sudah ada 24 petugas parkir.
“Padahal yang di sana jumlahnya 24, kalau ditambah dengan kita berarti menjadi 80. Lha terus nanti pembagiannya seperti apa?” ujar Lanyono.
Menurut dia, aktivitas parkir juga berkaitan dengan keberadaan pedagang kaki lima (PKL) dan penghidupan warga setempat.
“Kami warga lokal yang ingin mencari penghidupan di sini dengan parkir. Itu saja. Dan ini ada mata rantainya. Ketika ada parkir di sini, otomatis ada PKL juga. Jadi, semuanya saling berkaitan,” kata petugas parkir setempat, Joko Mulyono.
Warga kemudian memasang sejumlah spanduk, di antaranya bertuliskan “Tanah Ini Milik Allah”, “Pertahankan Parkir”, “Wong Cilik Diidak-Idak”, serta “Dari Rakyat untuk Rakyat”.
Joko juga mempertanyakan alasan sterilisasi parkir tersebut. Menurut dia, belum ada alasan yang jelas mengenai rencana pemindahan tersebut. “Menurut kami ini belum ada alasan yang pas, yang tepat, untuk sterilisasi parkir. Apa alasannya? Hanya disampaikan akan disterilisasi,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala UPTD Perparkiran Dinas Perhubungan (Dishub) Solo, Haryono Nugroho, mengatakan rencana sterilisasi sudah melalui sejumlah rapat dan sosialisasi. Pemkot Solo mengarahkan parkir dipindahkan ke lahan eks Denbekang.
Menurut Haryono, penataan dilakukan karena area parkir Masjid Syeikh Zayed sudah dibuka untuk umum, termasuk kendaraan roda dua dan roda empat. “Ini biar masjid lebih terlihat rapi,” kata Haryono.
Dia mengatakan lahan eks Denbekang untuk sementara dapat digunakan sebagai lokasi parkir hingga pembangunan Islamic Center atau pusat budaya.
Namun, setelah muncul penolakan, Dishub masih menunggu arahan lebih lanjut dari Pemkot Solo. Warga dan petugas parkir disebut berencana melakukan audiensi dengan Wali Kota atau Pemkot Solo.

Leave a Reply