Infrastruktur Air PDAM Senilai Rp92 Miliar untuk 9 Desa di Sragen

Infrastruktur Air PDAM Senilai Rp92 Miliar untuk 9 Desa di Sragen
Tumpukan pipa berukuran besar disiapkan di lokasi proses pembangunan Instalasi Pengolahan Air yang terdapat di Reservoir PDAM Sragen yang ada di Mojokerto, Kedawung, Sragen, Jumat (2/10/2026)

Medianusantara.site, SRAGEN — Pemerintah pusat membangunkan infrastruktur air bersih senilai Rp92 miliar untuk warga di sembilan desa di Kabupaten Sragan dalam kurun waktu 2026-2027. Infrastruktur instalasi perpipaan dan Instalasi pengolahan air (IPA) dibangun lewat rekanan PT Gala Karya Gresik. Infrastruktur tersebut menyambungkan layanan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Sragen yang bersumber dari air baku Waduk Gondang di Karanganyar.

Pembangunan infrastruktur air bersih tersebut merupakan bagian dari Program Nasional Pemanfaat Sumber Air di Waduk Gondang, Karanganyar. Pekerjaan pemasangan pipa dan penyiapan IPA mulai dikerjakan karena kontraknya terhitung sejak 18 Juni 2026 sampai 9 Desember 2027.

Project Manager PT Gala Karya Gresik, RB Surjo Atmodjo, saat ditemui wartawan di Kedawung, Sragen, Jumat (2/10/2026), mengungkapkan proyek infrastruktur air bersih dibiayai dari APBN senilai Rp92 miliar. Sebelumnya sudah ada pekerjaan pembangunan infrastruktur dari Waduk Gondang ke reservoir yang ada di Mojokerto, Kewadung, Sragen. Dia menjelaskan pembangunan infrastruktur ini merupakan lanjutan dari proyek sebelumnya.

“Intalasi distribusi air sampai ke sambungan rumah (SR) panjangnya 21 km yang meliputi sembilan desa. Debit air baku dari Waduk Gondang yang akan diolah dalam IPA kapasitasnya 100 liter per detik. Dengan debit air baku tersebut, maka kapasitas IPA-nya harus dinaikan 10% dari kapasitas air baku,” jelas Surjo.

Dia menerangkan instalasi air bakunya sudah dibangun oleh Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) dari Waduk Gondang ke IPA di Mojokerto dengan melewati dua bak. Dalam pengembangan PDAM, jelas dia, idealnya mulai menggunakan air permukaan karena debit air dari sumur dalam semakin berkurang. Dia mengatakan air permukaan seperti waduk menjadi sumber air alternatif sebagai pengganti air sumur dalam.

Dia menerangkan dalam sistem distribusi air bersihnya menggunakan dua metode, yaitu metode grafitasi dan metode pompanisasi karena daerah layanan lebih tinggi dari lokasi IPA. Dia menyampaikan untuk layanan dengan sistem grafitasi berada di wilayah Desa Guworejo, Jurangjero, dan Saradan di Kecamatan Karangmalang, serta sebagian wilayah Kelurahan Sine, Kecamatan Sragen Kota.

“Calon pelanggan by name dan by address sudah dari PDAM Sragen. Nantinya untuk SR ke rumah-rumah gratis karena merupakan program pemerintah. Kami juga menggunakan meteran air standar yang dilengkapi dengan teknologi magnetic. Kami menggunakan meteran air R100,” jelas dia.

Dia mengatakan metode pompanisasi dilakukan untuk memasok kebutuhan air bersih ke SR yang lokasinya lebih tinggi dari IPA, seperti di wilayah Desa Kedawung, Karangpelem, dan Celep di wilayah Kecamatan Kedawung, serta Desa Jirapan dan Krebet di Kecamatan Masaran. Dia menyampaikan pipa yang digunakan merupakan pipa khusus dengan fleksibilitas yang tinggi serta tidak terjadi kontaminasi dengan makanan.

Untuk pembangunan IPA, jelas dia, menggunakan struktur beton dan dapat dioperasionalkan secara otomasi sehingga dapat menekan biaya produksinya dan kualitas airnya lebih baik. Dia menargetkan proyek infrastruktur air bersih bisa melayani 964 sambungan rumah pada 2027. Padahal dengan debit air dari Waduk Gondang 100 liter per detik itu, jelas dia, idealnya bisa untuk 8.000 sambungan rumah.

“Target kami hanya 964 sambungan rumah. Untuk selebihnya biar menjadi pengembangan dari PDAM Sragen. Air baku dari Waduk Gondang itu Sebagian juga dialirkan ke reservoir di Dulang, Kedawung,” jelas dia.

Leave a Reply