Anggaran Tak Cukup, Perbaikan Jalan Lingkar Telaga Sarangan yang Longsor Ditunda

Anggaran Tak Cukup, Perbaikan Jalan Lingkar Telaga Sarangan yang Longsor Ditunda
Kondisi jalan lingkar Telaga Sarangan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur sisi selatan yang longsor, Sabtu (17/1/2026). (Daerah/Imam Mustajab)

Medianusantara.site, MAGETAN — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan, Jawa Timur, memastikan perbaikan jalan lingkar Telaga Sarangan yang longsor pada 17 Januari 2026 tidak dilakukan tahun ini. Alasannya, anggaran dari pemerintah pusat tidak mencukupi untuk melaksanakan pekerjaan tersebut.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Magetan, Muhtar Wakid, menyampaikan perbaikan jalan lingkar sepanjang 70 meter tersebut sebenarnya telah direncanakan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo melalui skema pembiayaan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) pada September 2026.

Namun, ia mengungkapkan anggaran yang semula diharapkan tersebut dipastikan tidak cair sehingga perbaikan gagal dilaksanakan tahun ini.

“Oleh BBWS sebenarnya sudah direncanakan tahun ini, anggarannya sudah diusulkan. Tapi ternyata tidak cukup [anggarannya],” ujarnya, Jumat (9/10/2026).

Ia menjelaskan kondisi jalan lingkar yang longsor selebar 2 meter itu kini hanya bisa dipasangi water barrier dan pagar pembatas darurat agar wisatawan yang melintas tidak mendekati area rawan. Selain itu, jalur tersebut hanya bisa dilalui sepeda motor atau pejalan kaki hingga waktu yang belum diketahui.

Dalam proses perbaikan nantinya, Muhtar menjelaskan wilayah terdampak longsor tersebut merupakan kewenangan BBWS, baik dalam pemeliharaan maupun perbaikan. Ia memaparkan Pemkab Magetan tidak memiliki kewenangan selain mendorong agar perbaikan segera dilakukan demi menjamin keselamatan wisatawan serta memasang pembatas untuk mencegah longsor meluas.

Di sisi lain, ia mengaku tidak mengetahui secara pasti kebutuhan anggaran perbaikan maupun rencana yang disusun BBWS untuk menangani jalan lingkar yang longsor tersebut.

“Itu karena termasuk danau ya, jadi untuk perbaikan itu wewenangnya BBWS. Jika kami yang melakukan justru menyalahi wewenang,” jelasnya.

Ia memperkirakan perbaikan akan dilaksanakan tahun depan dengan mempertimbangkan kondisi debit air telaga agar pengerjaan bisa berlangsung lebih cepat. Meski demikian, hingga kini belum ada kepastian mengenai waktu pelaksanaan perbaikan jalan tersebut.

Menurutnya, puncak musim kemarau, seperti pada September hingga November, menjadi waktu yang tepat untuk melaksanakan pekerjaan. Debit air yang menyusut dinilai lebih memudahkan pengerjaan dibandingkan saat musim penghujan.

“Ya, sebenarnya paling ideal pengerjaan ya musim kemarau seperti sekarang. Kalau musim hujan airnya banyak sehingga lebih sulit,” kata dia.

Leave a Reply