Website Pemkab Magetan Kerap Diretas, Disusupi Link Judol dan Phishing

Website Pemkab Magetan Kerap Diretas, Disusupi Link Judol dan Phishing
Kepala Diskominfo Magetan, Cahaya Wijaya saat memberikan keterangan, Senin (12/10/2026). (Espos.id/Imam Mustajab)

Medianusantara.site, MAGETAN — Sejumlah website yang dikelola Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan, Jawa Timur, berulang kali mengalami peretasan dalam setahun terakhir. Serangan tersebut bahkan berdampak pada layanan digital pemerintah, mulai dari sistem absensi aparatur sipil negara (ASN) hingga transaksi elektronik yang terpaksa dinonaktifkan sementara untuk mengantisipasi risiko kebocoran data.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Magetan, Cahaya Wijaya, mengatakan ratusan tautan judi online (judol) ditemukan dalam serangan terhadap website milik Pemkab Magetan pada 2025. Serangan menyasar website di tingkat desa hingga kabupaten.

Menurut Cahaya, serangan tersebut menyebabkan lonjakan trafik kunjungan website secara tiba-tiba. Akibatnya, operator tidak dapat masuk atau login ke aplikasi maupun website karena sistem mengalami gangguan hingga tidak dapat diakses.

Serangan itu juga berdampak pada sistem absensi digital pegawai yang harus dinonaktifkan sementara. Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi kebocoran data ketika terdeteksi indikasi penyusupan melalui tautan phishing maupun judi online.

“Tahun lalu ada ratusan kali ya upaya itu, mereka itu masuknya mungkin menggunakan password yang oleh admin tidak diganti berkala atau tiba-tiba instal aplikasi asing,” ujarnya, Senin (12/10/2026).

Cahaya juga mengungkapkan bahwa pada Agustus 2025, sistem pembayaran elektronik berbasis Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) pada Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) Magetan sempat dinonaktifkan sementara. Langkah itu diambil setelah ditemukan indikasi serangan phishing yang menyebabkan transaksi anomali.

Untuk membatasi risiko kebocoran dana dan data penting, transaksi pembayaran pajak dan layanan lainnya sementara dialihkan ke sistem manual. Langkah tersebut dilakukan agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan.

Diskominfo Magetan juga meningkatkan pemeliharaan website pemerintah daerah dengan memperkuat kompetensi operator aplikasi, pengelola website, dan tenaga teknologi informasi (TI).

“Kalau terindikasi ya pasti langsung kami blokir dulu websitenya, kalau aplikasi kita takedown dulu. Dibersihkan linknya, setelah itu bisa dipakai lagi,” jelasnya.

Diskominfo Magetan Ajukan Anggaran Firewall Rp400 Juta

Selain menangani serangan yang terdeteksi, Diskominfo Magetan menggandeng Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) untuk memperkuat pengamanan data penting yang tersimpan di website pemerintah daerah.

Cahaya menjelaskan sebagian besar website Pemkab Magetan berisi informasi publik, bukan data vital. Meski demikian, pengamanan tetap diperlukan untuk mengurangi risiko penyalahgunaan sistem dan kebocoran data.

Diskominfo Magetan juga mengajukan anggaran sebesar Rp400 juta untuk pengadaan firewall atau sistem pengamanan jaringan. Anggaran tersebut, menurut Cahaya, telah disetujui dalam pembahasan Badan Anggaran (Banggar) DPRD.

Firewall diharapkan dapat membantu menyaring akses yang mencurigakan serta membendung serangan yang berpotensi menyusupkan tautan judi online atau mencuri data penting milik pemerintah daerah.

Selain memperkuat sistem keamanan, Diskominfo Magetan mengimbau seluruh operator website dan aplikasi di lingkungan pemerintah daerah agar tidak sembarangan membuka tautan asing maupun mengakses situs tidak resmi.

“Ya memang website pemerintah sering jadi sasaran peretasan ya. Kemarin kita ajukan di Banggar DPRD untuk pengadaan firewall website, Alhamdulillah disetujui. Untuk operator kira terus beri imbauan agar tidak sembrono dalam membuka mengoperasikan aplikasi maupun website,” kata dia.

Leave a Reply