Medianusantara.site, KLATEN — Komunitas pegiat alam bebas Como20 Emergency Team berkolaborasi dengan kelompok relawan yang tergabung dalam Relawan Cepat Tanggap Darurat (RCTD) menyalurkan bantuan air bersih ke wilayah Dukuh Brengkungan, Desa Pogung, Kecamatan Cawas, Selasa (13/10/2026). Bantuan yang disalurkan berupa air siap konsumsi yang dibagikan ke warga menggunakan galon.
Bantuan disalurkan ke wilayah Dukuh Brengkungan, RT 014/RW 06, Desa Pogung. Jumlah bantuan air siap konsumsi yang disalurkan kepada warga di dukuh tersebut sekitar 3.500 liter.
Salah satu perwakilan Como20 Emergency Team, Rizza Nur Syarifudin, menjelaskan kegiatan distribusi itu menjadi upaya membantu sesama di daerah yang mengalami kekeringan di Klaten dan sekitarnya. Pengiriman bantuan berupa air siap konsumsi itu ditujukan untuk membantu kebutuhan konsumsi warga di daerah kekeringan.
“Harapannya semoga agenda-agenda seperti ini, bisa semakin menambah semangat teman-teman lainnya. Kemudian, kami berharap kegiatan seperti ini bisa meringankan saudara-saudara kita yang terdampak El-Nino,” ungkap Rizza saat ditemui wartawan di sela penyaluran bantuan air siap konsumsi.
Rizza menjelaskan penyaluran bantuan terus dilakukan di wilayah terdampak kekeringan di Klaten dan sekitarnya. Dalam kegiatan itu, Como20 Emergency Team bekerja sama dengan relawan-relawan setempat.
Como20 Emergency Team merupakan komunitas pegiat alam bebas. Komunitas yang bergerak di bidang kemanusiaan itu mengembangkan kegiatan usaha air minum dan es kristal.
Ketua RCTD, Wagiyo, menjelaskan warga di daerah Dukuh Brengkungan, Desa Pogung mengalami kesulitan air bersih terutama air konsumsi sekitar sebulan terakhir. “Kemudian kami mendapatkan informasi kondisi tersebut kemarin,” jelas Wagiyo yang akrab disapa Mbah Drono.
Wagiyo menjelaskan penyaluran bantuan air bersih kali ini berkolaborasi dengan Como20 Emergency Team. Galon sebelumnya disiapkan kemudian dilakukan proses sterilisasi hingga layak digunakan untuk wadah air siap konsumsi.
Sebelumnya, RCTD juga melakukan penyaluran bantuan air bersih ke sejumlah wilayah di Kecamatan Bayat. Total bantuan yang disalurkan ke wilayah Bayat sekitar 250 galon. Dalam penyaluran air bersih ke wilayah Bayat, RCTD berkolaborasi dengan PDAM.
“Kalau saat ini air yang disalurkan berupa air siap konsumsi,” kata Wagiyo.
Penyaluran bantuan air bersih maupun air siap konsumsi dilakukan untuk memudahkan warga penerima bantuan. Warga tinggal mengambil galon dan bisa dibawa langsung pulang ke rumah mereka.
Salah satu warga, Kusno, menjelaskan keluarganya yang terdiri dari enam orang mendapatkan bantuan tiga galon. Bantuan itu membantu warga untuk memenuhi kebutuhan air konsumsi selama beberapa hari ke depan.
Kusno menjelaskan di wilayahnya memang terdapat sumur. Namun, air sumur tidak layak untuk konsumsi karena kondisinya keruh. Alhasil, air sumur hanya untuk kebutuhan mandi dan mencuci.
Ketua RT 014/RW 06, Dukuh Brengkungan, Hadi, menjelaskan sejak Agustus hingga saat ini hujan belum mengguyur wilayah tersebut. Warga di wilayahnya, lanjut Hadi, mengandalkan satu sumur di sawah selatan desa.
“Warga sini banyak yang mengangsu ke sumur di selatan desa. Tetapi satu sumur itu yang mengangsu dari kampung-kampung di luar desa. Pada akhirnya kalau sore sudah mulai mubal, keruh,” jelas Hadi.
Hadi menjelaskan bantuan air bersih sudah diterima warga di wilayahnya selama beberapa waktu terakhir dari sejumlah pihak. “Untuk penduduk satu RW hampir 100 keluarga. Tetapi pemanfaat ini enggak semua. Sebagian sudah punya sumur, hanya airnya sudah kelihatan dalam,” ungkap Hadi.
Di sisi lain, Pemkab Klaten terus menggulirkan bantuan air bersih ke wilayah-wilayah terdampak kekeringan. Selain dari Pemkab, bantuan berdatangan dari berbagai sumber termasuk komunitas serta perusahaan dan instansi lainnya. Berdasarkan data per Sabtu (10/10/2026), jumlah total desa terdampak kekeringan sebanyak 15 desa yang tersebar di enam kecamatan.

Leave a Reply