2 Bulan Kerja di SPPG, Penyandang Disabilitas Sukoharjo Bisa Beli Motor Baru

2 Bulan Kerja di SPPG, Penyandang Disabilitas Sukoharjo Bisa Beli Motor Baru
Seorang penyandang disabilitas, Ari, bekerja sebagai relawan SPPG Grajegan, Tawangsari, Sukoharjo, Jumat (6/3/2026). (Daerah/Bony Eko Wicaksono)

Medianusantara.site, SUKOHARJO – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Grajegan, Kecamatan Tawangsari, Sukoharjo, memberikan kesempatan kerja bagi para penyandang disabilitas. Sejak beroperasi pada 22 Januari 2026, dua penyandang disabilitas diberdayakan dalam menggulirkan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Program MBG tidak hanya bertujuan memenuhi gizi generasi penerus bangsa melainkan menjadi harapan baru bagi para penyandang disabilitas. Mereka mendapat prioritas utama saat rekrutmen relawan dapur SPPG. Salah satu dapur MBG yang merekrut penyandang disabilitas sebagai relawan adalah SPPG Grajegan, Tawangsari. 

Ada dua penyandang disabilitas yang diterima sebagai relawan dapur SPPG Grajegan. Mereka masing-masing, yakni Ari dan Rohmad yang bekerja di pencuci food tray atau ompreng dan petugas kebersihan atau cleaning service. Di tengah keterbatasan fisik, Ari dan Rohmad menemukan harapan baru untuk mendapatkan penghasilan setiap bulan dan berkontribusi menyukseskan program MBG.

“Awalnya, saya bekerja di bagian cleaning service. Kemudian, sekarang berpindah tugas di bagian pencuci ompreng. Alhamdulillah, saya beryukur bisa bekerja di dapur SPPG Grajegan,” kata Ari saat berbincang dengan Espos, Jumat (6/3/2026).

Keterbatasan fisik tak menyurutkan semangat Ari untuk mengerjakan tugas sebagai pencuci ompreng setiap hari. Warga Desa Kamal, Kecamatan Bulu, ini justru lebih semangat dibanding para relawan dapur lainnya. Ari ingin membuktikan dirinya tidak salah diberi kepercayaan sebagai relawan dapur MBG.

Tidak Minder

Berkat kerja kerasnya, Ari mampu membeli sepeda motor baru yang menjadi impiannya. Sepeda motor itu digunakan untuk menunjang aktivitasnya sehari-hari. “Sebelum menjadi relawan di dapur MBG, saya bekerja sebagai buruh tani. Tepat dua bulan bekerja, saya mampu membeli sepeda motor baru. Bekerja di dapur MBG bisa mewujudkan impian saya,” kata dia.

Ungkapan syukur juga disampaikan penyandang disabilitas lainnya, Rohmad. Saban hari, Rohmad bekerja membersihkan setiap ruangan di dapur MBG. Dia mengaku bersyukur diberi kesempatan bekerja sebagai relawan dapur MBG. Kini, Rohmad menerima penghasilan tetap setiap bulan yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Saat menerima upah pertama, saya mentraktir teman-teman relawan dapur MBG. Alhamdulillah, saya menemukan pekerjaan yang diharapkan di tengah keterbatasan fisik. Saya berharap SPPG lain juga memberdayakan penyandang disabilitas sebagai relawan dapur MBG,” urai dia. 

Sementara itu, PIC SPPG Grajegan, Tawangsari, Shony Adhi B, mengatakan penyandang disabilitas diutamakan saat proses rekrutmen calon relawan dapur SPPG. Hal ini bagian dari kesetaraan penyandang disabilitas dalam menjalankan program MBG di wilayah Sukoharjo.

SPPG Grajegan melayani 2.843 penerima manfaat, termasuk ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita non-PAUD. “Mas Ari dan Mas Rohmad tidak minder saat bekerja di dapur. Mereka bisa beradaptasi dengan lingkungan dan rekan relawan. Justru, mereka lebih bersemangat kerja, mampu merampungkan tugas setiap hari,” jelasnya.

Leave a Reply