Cara Aman Kembali ke Pola Makan Normal Setelah Puasa Ramadan

Cara Aman Kembali ke Pola Makan Normal Setelah Puasa Ramadan
Tidak sedikit masyarakat yang merasa kesulitan ketika harus kembali ke pola makan normal setelah Lebaran. (Ilustrasi/Freepik.com)

Medianusantara.site, SOLO–Setelah menjalani puasa Ramadhan selama satu bulan penuh, tubuh mengalami perubahan pola hidup dan jam biologis. Tidak sedikit masyarakat yang merasa kesulitan ketika harus kembali ke pola makan normal setelah Lebaran.

Menurut Dokter Gizi RS JIH Solo, dr. Indrawati, Sp.GK, proses kembali ke pola makan normal perlu dilakukan secara bertahap agar tidak mengganggu sistem pencernaan maupun metabolisme tubuh.

“Ketika sudah tidak puasa, kita kembali ke pola makan normal. Pola makan normal yang dimaksud adalah tiga kali makan utama dan dua kali selingan dalam sehari,” ujar dr. Indrawati. 

Namun, ia menegaskan bahwa kembalinya pola makan tersebut tidak boleh dilakukan secara mendadak dengan porsi besar. Selama Ramadan, tubuh terbiasa dengan frekuensi makan yang lebih sedikit dan porsi yang relatif terbatas. 

“Jika setelah Lebaran seseorang langsung makan dalam porsi besar, risiko gangguan pencernaan hingga kenaikan berat badan akan meningkat. Waktu makannya sudah kembali normal, tapi porsinya jangan langsung banyak dulu,” jelasnya.

Menurut dr. Indrawati, langkah awal yang penting dilakukan adalah mengatur porsi makan. Porsi kecil hingga sedang dianjurkan pada masa awal setelah Lebaran, sambil melihat respons tubuh. “Karena perut juga sudah terbiasa makan sedikit selama puasa,” katanya.

Selain pengaturan porsi, komposisi makanan juga menjadi faktor penting. Ia menyarankan agar masyarakat memperbanyak konsumsi buah dan sayur saat masa transisi ini. 

“Kandungan serat yang tinggi pada buah dan sayur dapat membantu kerja pencernaan dan memberikan rasa kenyang lebih lama. Perbanyak buah dan sayur,” ujarnya.

Untuk camilan, dr. Indrawati menyarankan pilihan yang lebih sehat.  “Kalau cemilan, ya cemilan buah saja. Kebiasaan mengonsumsi camilan tinggi gula dan lemak setelah Lebaran dinilai berisiko membuat berat badan sulit turun, terutama jika dilakukan tanpa kontrol,”  katanya.

Dokter Gizi RS JIH Solo, dr. Indrawati, Sp.GK. (Istimewa)
Dokter Gizi RS JIH Solo, dr. Indrawati, Sp.GK. (Istimewa)

Tak hanya soal makan, aktivitas fisik juga berperan besar dalam membantu tubuh kembali ke ritme normal. Setelah Ramadan dan masa libur Lebaran, banyak orang cenderung kurang bergerak. Padahal, aktivitas fisik ringan sangat dianjurkan. 

“Setidaknya 30 menit jalan. Aktivitas sederhana seperti berjalan kaki dinilai cukup membantu menjaga keseimbangan energi dalam tubuh,” tambah dr. Indrawati.

Selain itu, pola tidur juga perlu diperhatikan. Selama Ramadan, jam tidur sering berubah karena sahur dan ibadah malam. Setelah Ramadan, pola tidur sebaiknya dikembalikan seperti semula. 

“Tidur teratur, tujuh sampai delapan jam. Pola tidur yang baik akan membantu tubuh memulihkan energi dan menstabilkan metabolisme,” jelasnya.

Dr. Indrawati menekankan bahwa proses kembali ke pola makan normal bukan hanya soal makan, tetapi juga menyangkut keseluruhan gaya hidup. 

“Dengan pengaturan porsi, pemilihan makanan sehat, aktivitas fisik, dan tidur yang teratur, tubuh akan lebih mudah beradaptasi tanpa menimbulkan efek negatif,” tuturnya.

Leave a Reply