Medianusantara.site, SEMARANG-Dalam rangka menghidupkan nilai-nilai keislaman sekaligus memperkuat karakter akademik mahasiswa, Fakultas Hukum Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Semarang menyelenggarakan kegiatan santunan anak yatim yang dirangkaikan dengan kultum Ramadan dan buka puasa bersama. Kegiatan ini diikuti oleh pimpinan fakultas, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, serta anak-anak yatim dari lingkungan sekitar kampus.
Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi sivitas akademika Fakultas Hukum Unwahas untuk mengintegrasikan nilai-nilai akademik dengan kepedulian sosial. Melalui kegiatan santunan anak yatim, fakultas ingin menumbuhkan kesadaran bahwa hukum tidak hanya berkaitan dengan norma dan peraturan, tetapi juga dengan nilai kemanusiaan, keadilan, dan empati terhadap sesama.
Dekan Fakultas Hukum Universitas Wahid Hasyim Dr. M. Shidqon Prabowo, SH., MH dalam sambutannya, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya membangun karakter mahasiswa hukum yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki integritas moral dan tanggung jawab sosial.
Menurutnya, pendidikan hukum harus mampu membentuk lulusan yang tidak sekadar memahami peraturan perundang-undangan, tetapi juga memiliki kepekaan terhadap permasalahan sosial yang dihadapi masyarakat.
Ia menambahkan bahwa kegiatan sosial seperti santunan anak yatim merupakan wujud nyata dari implementasi nilai-nilai yang diajarkan dalam dunia akademik, khususnya dalam perspektif keadilan sosial dan perlindungan terhadap kelompok rentan dalam masyarakat.
“Mahasiswa hukum perlu dibekali tidak hanya dengan kemampuan analisis hukum, tetapi juga dengan nilai empati dan kepedulian sosial. Dengan demikian, mereka diharapkan kelak mampu menjadi penegak hukum yang menjunjung tinggi nilai keadilan, kemanusiaan, dan keberpihakan kepada masyarakat,” ujarnya.
Selain kegiatan santunan, acara juga diisi dengan kultum Ramadan disampaikan Prof. Dr. Mahmutarom HR, SH., MH yang mengangkat tema tentang pentingnya kejujuran, amanah, dan tanggung jawab dalam kehidupan bermasyarakat maupun dalam menjalankan profesi hukum. Pesan moral yang disampaikan dalam kultum tersebut menekankan bahwa integritas merupakan fondasi utama dalam membangun sistem hukum yang berkeadilan.

Dalam perspektif akademik, kegiatan ini juga memiliki relevansi dengan penguatan nilai-nilai etika profesi hukum yang menjadi bagian penting dalam kurikulum pendidikan hukum. Etika, moralitas, dan integritas merupakan aspek yang tidak dapat dipisahkan dari praktik penegakan hukum di masyarakat. Ujar guru besar fakultas hukum unwahas
Kegiatan ini sekaligus menjadi sarana pembelajaran sosial bagi mahasiswa, di mana mereka dapat secara langsung berinteraksi dengan masyarakat dan memahami pentingnya peran akademisi dalam memberikan kontribusi positif bagi lingkungan sekitar. Hal ini sejalan dengan prinsip Tridharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam aspek pengabdian kepada masyarakat.
Lebih jauh, kegiatan ini juga diharapkan dapat mempererat hubungan antara perguruan tinggi dengan masyarakat sekitar. Melalui kegiatan berbagi dan silaturahmi seperti ini, Fakultas Hukum Universitas Wahid Hasyim ingin menunjukkan bahwa perguruan tinggi tidak hanya menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi bagian dari solusi bagi berbagai persoalan sosial di masyarakat.
Mahasiswa yang turut terlibat dalam kegiatan tersebut menyambut positif penyelenggaraan acara santunan dan buka puasa bersama ini. Mereka menilai kegiatan tersebut memberikan pengalaman berharga dalam menumbuhkan rasa kepedulian sosial serta memperkuat nilai-nilai kebersamaan di lingkungan akademik.
Acara kemudian dilanjutkan dengan doa bersama menjelang waktu berbuka puasa, yang berlangsung dalam suasana khidmat dan penuh kebersamaan. Setelah itu seluruh peserta menikmati buka puasa bersama yang semakin mempererat rasa kekeluargaan di antara sivitas akademika Fakultas Hukum Unwahas.
Melalui kegiatan ini, Fakultas Hukum Universitas Wahid Hasyim kembali menegaskan komitmennya dalam menyelenggarakan pendidikan hukum yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan ilmu pengetahuan, tetapi juga pada pembentukan karakter dan nilai-nilai kemanusiaan. Dengan mengintegrasikan kegiatan akademik, sosial, dan keagamaan, fakultas berharap dapat mencetak generasi sarjana hukum yang profesional, berintegritas, dan memiliki kepedulian terhadap keadilan sosial.
Ke depan, Fakultas Hukum Universitas Wahid Hasyim berkomitmen untuk terus mengembangkan berbagai kegiatan akademik dan sosial yang mampu memperkuat peran perguruan tinggi dalam membangun masyarakat yang lebih adil, beradab, dan berkeadilan. Kegiatan santunan anak yatim, kultum Ramadan, dan buka puasa bersama ini menjadi salah satu wujud nyata dari semangat tersebut. (NA)
Leave a Reply