Medianusantara.site, LONDON — Ganda campuran Taiwan, Ye Hong Wei/Nicole Gonzales Chan, menorehkan sejarah dengan menjuarai All England Open 2026, meski datang tanpa status unggulan.
Dalam final di Utilita Arena Birmingham, Minggu (8/3/2026), pasangan peringkat ke-15 dunia itu menundukkan unggulan kelima wakil Prancis, Thom Gicquel/Delphine Delrue, dua gim langsung 21-19, 21-18.
Kemenangan ini sekaligus menjadi gelar pertama Ye/Chan di turnamen bulu tangkis tertua di dunia, sekaligus membalas kekalahan mereka dari pasangan Prancis dalam dua pertemuan sebelumnya, termasuk di Kumamoto Masters Japan 2025.
Pertandingan berlangsung ketat sejak awal gim pertama. Kedua pasangan saling mengejar angka hingga kedudukan imbang 18-18. Gicquel/Delrue sempat mencoba mengambil alih momentum, tetapi respons cepat Chan di depan net membuat kedudukan kembali seimbang.
Tekanan konsisten dari pasangan Taiwan akhirnya menghasilkan game point lebih dulu sebelum menutup gim pembuka dengan kemenangan tipis 21-19.
Ritme dan Strategi Ye/Chan Bawa Gelar Bersejarah
Memasuki gim kedua, duel tetap sengit. Gicquel/Delrue sempat unggul 3-1 lewat penempatan bola yang menyasar ruang kosong lawan. Namun Ye/Chan cepat merespons dengan permainan agresif hingga menyamakan skor 3-3.
Pasangan Taiwan kemudian menemukan ritme permainan. Kombinasi smes keras Ye dan permainan net cepat Chan membuat mereka berbalik memimpin 5-3. Meski wakil Prancis sempat menyamakan skor 6-6, Ye/Chan kembali mengambil kendali dan menutup interval gim kedua dengan keunggulan 11-9.
Selepas jeda, pasangan Taiwan mempertahankan konsistensi permainan dan memperlebar jarak menjadi 14-11. Wakil Prancis beberapa kali memangkas selisih, tapi ketenangan Ye/Chan membuat mereka tetap berada di jalur kemenangan. Tekanan bertubi-tubi menghasilkan match point pada kedudukan 20-18 setelah pukulan Gicquel melebar.
Ye/Chan akhirnya memastikan gelar juara dengan menutup gim kedua 21-18, meminimalkan kesalahan pada poin-poin akhir.
Taiwan Ukir Sejarah, Dominasi All England 2026 di Dua Nomor
Selain ganda campuran, Taiwan juga mencetak sejarah di tunggal putra lewat Lin Chun-yi. Pemain peringkat 11 dunia ini menjuarai nomor tunggal putra setelah mengalahkan wakil India, Lakhsya Sen, dua gim langsung 21-15 dan 22-20.
Tampilnya wakil Taiwan sebagai juara All England menjadi yang pertama dalam sejarah. Sejak turnamen ini digelar pada 1899, baru kali ini Taiwan meraih gelar di dua nomor sekaligus, yakni tunggal putra dan ganda campuran.
Sementara itu, Indonesia gagal meraih juara. Dari 14 wakil yang diturunkan, seluruhnya tidak mampu menembus podium juara.
Leave a Reply