Pemkot Solo Tetap Bangun Masjid Manahan, Anggaran Dipangkas! Begini Alasannya

Pemkot Solo Tetap Bangun Masjid Manahan, Anggaran Dipangkas! Begini Alasannya
Pengunjung duduk di dekat stan pedagang kuliner yang tutup di Shelter Manahan, Solo, Rabu (25/2/2026). Sejumlah pedagang memilih menutup lapaknya selama bulan Ramadan. (Daerah/J Howi Widodo).

Medianusantara.site, SOLO — Pemerintah Kota (Pemkot) Solo memastikan rencana pembangunan masjid di kawasan Manahan, Kecamatan Banjarsari, tetap dilanjutkan pada 2026. Namun, alokasi anggaran untuk pembangunan masjid tersebut dipangkas separuhnya guna melengkapi fasilitas olahraga di kawasan itu.

Hal tersebut disampaikan Wali Kota Solo Respati Ardi dalam acara Ngabuburit Asik Bareng Respati-Astrid di Monumen Apem Sewu, Bantaran Bengawan Solo, Kelurahan Sewu, Kecamatan Jebres, Jumat (6/3/2026) petang.

Acara tersebut menjadi refleksi satu tahun kepemimpinan Respati Ardi bersama Wakil Wali Kota Solo Astrid Widayani. Kegiatan itu dihadiri berbagai pemangku kepentingan Pemkot Solo serta warga dari beragam profesi dan komunitas.

Dalam forum tersebut, warga menyampaikan testimoni mengenai dampak pembangunan selama satu tahun terakhir sekaligus memberikan sejumlah kritik. Salah satu isu yang dibahas yakni pro dan kontra rencana pembangunan masjid di kawasan Manahan.

Respati menjelaskan sebelumnya terdapat informasi di media massa mengenai rencana pembangunan masjid di Manahan dengan pagu anggaran Rp3,5 miliar. Sebagian pihak menilai masjid tersebut akan menjadi bangunan megah dan mempertanyakan manfaatnya.

Komitmen Pemimpin Terdahulu

Menurut Respati, sebelum pembangunan GOR Indoor Manahan, di kawasan tersebut sudah terdapat taman, lapangan tenis, serta sebuah masjid. Namun, masjid yang saat ini ada hanya bersifat sementara karena dibangun oleh para pekerja proyek menggunakan material sederhana selama pembangunan GOR berlangsung.

“Kenapa masjid ini tetap harus ada? Karena kami tidak akan menghapus atau menghilangkan masjid yang sudah ada. Ini juga merupakan komitmen pemimpin terdahulu saat membangun GOR Indoor untuk memindahkan dan membangun kembali masjid yang dulu ada di kawasan itu,” ujar Respati.

Ia menegaskan pembangunan yang direncanakan bukanlah pembangunan masjid baru, melainkan pemindahan dan pembangunan kembali masjid yang sebelumnya sudah ada.

Pemkot Solo juga telah merevisi anggaran pembangunan masjid dari semula Rp3,5 miliar menjadi sekitar Rp1,75 miliar.

Sisa anggaran tersebut akan digunakan untuk membangun fasilitas mandi umum dan ruang ganti bagi masyarakat yang memanfaatkan kawasan olahraga Manahan.

“Separuh anggaran kami siapkan untuk tempat mandi umum dan ruang ganti. Banyak warga Solo maupun dari luar kota yang menggunakan fasilitas olahraga di Manahan dan membutuhkan tempat mandi untuk melanjutkan aktivitas bekerja atau kegiatan lainnya,” jelas Respati.

Ia menambahkan fasilitas mandi dan ruang ganti tersebut akan terpisah dari bangunan masjid yang akan dibangun di kawasan Manahan.

Leave a Reply