Medianusantara.site, SRAGEN — Seorang nenek berusia 77 tahun bernama Suminem, warga Dukuh Pakel RT 042, Desa Karangpelem, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Sragen, dilaporkan hilang sejak Sabtu (7/3/2026) malam. Hingga Selasa (10/3/2026), warga bersama tim pencarian dan aparat kepolisian masih melakukan pencarian terhadap perempuan lanjut usia tersebut.
Kapolres Sragen, Dewiana Syamsu Indyasari, melalui Kapolsek Kedawung, AKP Suyana, mengatakan korban diketahui memiliki ciri-ciri tinggi sekitar 160 cm dengan berat badan 45 kilogram, berkulit sawo matang, dan berambut ikal.
Saat meninggalkan rumah, korban mengenakan gamis hitam bermotif bunga, jilbab berwarna gelap, sandal jepit kuning, serta membawa payung warna perak dan senter.
“Nenek meninggalkan rumah pada Sabtu sekitar pukul 20.30 WIB setelah pulang dari salat tarawih. Saat itu hujan deras dan korban berpamitan berjalan kaki ke rumah kakaknya di Dukuh Sepandan yang berjarak sekitar 100 meter,” kata Suyana kepada Espos, Selasa.
Namun hingga keesokan harinya korban tidak kembali ke rumah. Keluarga yang telah melakukan pencarian di sekitar lokasi tidak menemukan keberadaan korban dan kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Kedawung.
Kepala Desa Karangpelem, Suwarno, mengatakan hingga Selasa siang korban masih belum ditemukan. Proses pencarian terus dilakukan oleh warga bersama tim gabungan. Tim yang terlibat dalam pencarian antara lain dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sragen, TNI, Polri, serta relawan.
Kepala Pelaksana BPBD Sragen, R. Triyono Putro, menjelaskan operasi pencarian resmi dibuka pada Senin (9/3/2026) siang dengan melibatkan sekitar 150 personel tim SAR gabungan, termasuk dari Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas).
Pencarian difokuskan di sepanjang aliran sungai di wilayah Desa Karangpelem setelah tim menemukan payung di sungai yang diduga milik korban. “Kami membuka operasi pencarian di sungai karena sebelumnya ditemukan payung di aliran sungai. Setelah dikonfirmasi kepada keluarga, ternyata benar payung tersebut milik korban,” jelas Triyono.
Ia menambahkan sungai yang disusuri merupakan anak Sungai Jembangan. Meski ukurannya relatif kecil, aliran airnya cukup deras terutama saat hujan.
Tim SAR gabungan telah menyusuri aliran sungai sejauh sekitar dua kilometer. Personel juga dibagi dalam beberapa kelompok untuk memperluas area pencarian. “Sejak pukul 08.00 WIB tim SAR gabungan, termasuk TNI dan Polri, disebar ke beberapa titik untuk mencari keberadaan korban,” katanya.
Leave a Reply