Nenek Hilang di Karangpelem Sragen Ditemukan Meninggal di Aliran Sungai

Nenek Hilang di Karangpelem Sragen Ditemukan Meninggal di Aliran Sungai
Tim SAR gabungan mengevakuasi jenazah Suminem, 77, yang ditemukan di aliran sungai Dukuh Banaran, Desa Jenggrik, Kecamatan Kedawung, Sragen, Rabu (11/3/2026). (Istimewa/BPBD Sragen)

Medianusantara.site, SRAGEN — Seorang nenek asal Desa Karangpelem, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Sragen yang dilaporkan hilang akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di aliran sungai Dukuh Banaran, Desa Jenggrik, Kedawung, Rabu (11/3/2026).

Korban diketahui bernama Suminem. Jenazah ditemukan setelah tim search and rescue (SAR) gabungan melakukan pencarian sejak Senin (9/3/2026).

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Sragen, R. Triyono Putro, menjelaskan tim SAR telah melakukan penyisiran sungai sejauh lebih dari 4 kilometer sejak hari pertama pencarian hingga Selasa (10/3/2026).

Pada Rabu pagi, operasi pencarian kembali dilanjutkan hingga akhirnya sekitar pukul 08.20 WIB tim menerima informasi adanya tanda-tanda keberadaan korban. “Setelah dicek ke lokasi dan disesuaikan dengan ciri-ciri korban maka dapat dipastikan sosok jenazah yang ditemukan merupakan jenazah korban atas nama Suminem,” ujar Triyono kepada Espos, Rabu siang.

Ia menjelaskan jenazah ditemukan sekitar 3 kilometer dari lokasi awal kejadian, tepatnya di aliran sungai Dukuh Banaran, Desa Jenggrik, Kecamatan Kedawung.

Sekitar pukul 09.30 WIB, tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi jenazah dari aliran sungai untuk kemudian dibawa ke RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen guna dilakukan pemeriksaan dan identifikasi. “Pada pukul 10.00 WIB operasi SAR gabungan di Dukuh Pakel, Desa Karangpelem, Kedawung, resmi ditutup dan seluruh personel kembali ke markas masing-masing,” jelasnya.

Setelah proses identifikasi dan visum di rumah sakit, jenazah korban kemudian diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.

Ketua PSC 119 Sukowati Sragen, Udayanti Proborini melalui Sekretaris PSC 119 Sukowati, Nengah Adnyana Oka Manuaba, menyampaikan hasil pemeriksaan tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

“Setelah dilakukan identifikasi dan visum tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Jenazah kemudian diserahkan kepada keluarga,” ujarnya.

Jenazah korban selanjutnya diantar ke rumah duka menggunakan ambulans milik Palang Merah Indonesia Kabupaten Sragen.

Leave a Reply