Tim 18 KKN UNS Sulap Pipa Paralon Jadi Kebun Vertikal untuk Warga Gagaksipat

Tim 18 KKN UNS Sulap Pipa Paralon Jadi Kebun Vertikal untuk Warga Gagaksipat
Mahasiswa KKN 18 UNS bersama warga Desa Gagaksipat berfoto usai praktik pembuatan vertical garden dari pipa paralon pada Sabtu (11/1/2026).

BOYOLALI – Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 18 Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta mengajak warga Desa Gagaksipat, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali, membangun instalasi vertical garden dari pipa paralon pada 10 dan 11 Januari 2026. Program yang menjadi proker unggulan kelompok ini berhasil menarik antusiasme warga dan memberikan jawaban nyata bagi mereka yang selama ini ingin bercocok tanam tetapi terkendala sempitnya lahan pekarangan.

Gagaksipat bukan desa yang dikelilingi hamparan sawah luas. Posisinya yang berbatasan langsung dengan Kota Surakarta membuat kawasan ini terus berubah. Rumah-rumah saling berdempetan, pekarangan menyusut, dan lahan terbuka semakin langka. Bagi warga yang ingin menanam sayuran untuk kebutuhan dapur sendiri, ruang yang tersedia sering kali tidak cukup bahkan untuk satu petak kecil. Keinginan bercocok tanam pun hanya menjadi angan yang tertunda karena tanah yang bisa ditanami sudah tertutupi beton dan bangunan.

Tim KKN 18 UNS menjawab persoalan itu dengan pendekatan yang tidak membutuhkan lahan luas. Vertical garden bekerja dengan prinsip menanam secara bertingkat menggunakan pipa paralon yang dilubangi sebagai media tanam. Satu pipa bisa menampung beberapa tanaman sekaligus dalam ruang yang sangat terbatas. Pada hari pertama, mahasiswa menggelar sosialisasi untuk memperkenalkan konsep vertical garden, mengenalkan material yang dibutuhkan, serta menjelaskan teknik pembuatannya. Metode yang diusung dirancang seaplikatif mungkin agar bisa langsung diterapkan di skala rumah tangga.

Keesokan harinya, teori diubah menjadi aksi. Setiap dusun di Desa Gagaksipat mengirimkan lima orang delegasi yang kemudian diacak dan dilebur menjadi beberapa kelompok kerja. Kolaborasi antarwarga dari dusun yang berbeda ini menciptakan suasana keakraban sekaligus melatih kerja sama. Seluruh kebutuhan material, mulai dari pipa paralon hingga media tanam, difasilitasi penuh oleh tim KKN 18 UNS. Mahasiswa juga membagikan bibit sawi dan seledri untuk langsung ditanam pada instalasi yang berhasil dirangkai hari itu.

Mahasiswa KKN 18 UNS bersama warga Desa Gagaksipat berfoto usai praktik pembuatan vertical garden dari pipa paralon pada Sabtu (11/1/2026).
Warga Desa Gagaksipat antusias merangkai instalasi vertical garden didampingi mahasiswa KKN 18 UNS dalam sesi praktik langsung di Desa Gagaksipat, Ngemplak, Boyolali

 

Yang menarik, pelatihan ini tidak berhenti di urusan media tanam saja. Tim KKN juga menyisipkan edukasi tentang pembuatan pestisida alami dari kulit bawang, limbah dapur yang biasanya terbuang begitu saja. Dengan bekal ini, warga bisa merawat sayuran mereka secara mandiri tanpa bergantung pada bahan kimia. Satu kegiatan, dua keterampilan baru sekaligus.

Instalasi vertical garden yang berhasil dibuat kemudian dibagikan kepada perwakilan warga untuk ditempatkan di lingkungan dusun masing-masing. Namun, tim KKN 18 UNS tidak berhenti di situ. Setiap minggu, mahasiswa rutin melakukan pengecekan untuk memantau perkembangan bibit dan memastikan instalasi berfungsi dengan baik. Konsistensi pendampingan ini membuahkan hasil. Hingga menjelang akhir masa pengabdian, vertical garden di berbagai titik desa masih tumbuh subur dan terawat. Sawi dan seledri yang ditanam dari bibit kecil kini siap dipanen dan masuk ke dapur warga.

Dengan sebatang pipa paralon dan sedikit kreativitas, warga Gagaksipat membuktikan bahwa lahan sempit bukan akhir dari keinginan bercocok tanam. Sayuran segar kini tumbuh di pekarangan yang dulunya dianggap terlalu kecil untuk ditanami apa pun. Selain membuat lingkungan menjadi lebih asri, hasil panen dari vertical garden ini dapat langsung memenuhi kebutuhan gizi keluarga. Program ini menjadi salah satu wujud kontribusi nyata mahasiswa KKN UNS dalam memantik kemandirian pangan warga Desa Gagaksipat, Ngemplak, Boyolali.

 

Leave a Reply