Hormati Nyepi, Festival Takbir Keliling di Masjid Agung Sukoharjo Batal Digelar

Hormati Nyepi, Festival Takbir Keliling di Masjid Agung Sukoharjo Batal Digelar
Para peserta memakai baju adat daerah saat mengikuti Festival Takbir Keliling di Masjid Agung Sukoharjo, Minggu (30/3/2025) malam. (Daerah/Bony Eko Wicaksono)

Medianusantara.site, SUKOHARJO – Kegiatan Festival Takbir Keliling yang menjadi agenda rutin Masjid Agung Baiturrahman Sukoharjo dibatalkan. Kebijakan ini seiring imbauan Kementerian Agama (Kemenag) terkait penyelenggaraan takbir keliling yang bertepatan dengan Hari Suci Nyepi.

Festival Takbir Keliling merupakan agenda kegiatan yang rutin diselenggarakan Masjid Agung Baiturrahman Sukoharjo. Semula, kegiatan ini telah dirancang jauh-jauh hari untuk mematangkan konsep agar berjalan lancar dan menarik.

“Konsep Festival Takbir Keliling dimatangkan oleh ikatan remaja masjid agung sebelum Bulan Puasa. Festival Takbir Keliling menjadi puncak rangkaian kegiatan Ramadan di masjid agung,” kata Sekretaris Takmir Masjid Agung Baiturrahman Sukoharjo, Muhammad Tri Wibowo, kepada Espos, Rabu (18/3/2026).

Mamad, sapaan akrabnya, mengatakan Kemenag menerbitkan imbauan terkait penyelenggaraan takbir keliling yang bertepatan dengan Hari Suci Nyepi. Pengurus takmir dan ikatan remaja masjid agung lantas berembuk untuk menyikapi kondisi tersebut. 

Imbauan dari Kemenag menjadi pertimbangan utama dalam mengambil keputusan terkait Festival Takbir Keliling. “Dengan berat hari, kami memutuskan untuk membatalkan penyelenggaraan Festival Takbir Keliling 2026, dengan berpedoman pada imbuan Kemenag terkait penyelenggaraan Festival Takbir Keliling yang bertepatan dengan Hari Suci Nyepi,” ujar dia.

Mamad menerangkan perayaan Idulfitri 2026 berdekatan dengan Hari Suci Nyepi pada 19 Maret. Kedekatan perayaan hari raya keagamaan menjadi momentum umat beragama untuk bergandengan tangan merajut harmoni toleransi demi kerukunan dan perdamaian di tengah keberagaman masyarakat di Tanah Air.

“Rangkaian kegiatan Ramadan di Masjid Agung di antaranya lomba pildacil, bazar UMKM, santunan anak yatim, piatu dan duafa, hingga itikaf,” papar dia. 

Pada 2025, Festival Takbir Keliling dimeriahkan lima kelompok peserta. Masing-masing kelompok peserta menampilkan kostum dan maskot yang berbeda. Mereka memakai baju adat dari berbagai daerah di Nusantara dan berjalan kaki sembari mengumandangkan takbir. Ada pula yang membawa obor dengan kostum warna hitam dan putih.

Leave a Reply