61.823 Kendaraan Melintas Tol Boyolali, Puncak Kedua Diwaspadai

61.823 Kendaraan Melintas Tol Boyolali, Puncak Kedua Diwaspadai
Kendaraan saat melewati Tol Solo-Semarang KM 482, Mojosongo, Boyolali dari arah Solo ke Semarang atau timur ke barat, Rabu (25/3/2026). (Daerah/Ni’matul Faizah)

Medianusantara.site, BOYOLALI — Sebanyak 61.823 kendaraan melintasi ruas tol wilayah Boyolali pada puncak arus balik Lebaran 2026 tahap pertama, yakni 23–24 Maret 2026.

Data tersebut dihimpun Satlantas Polres Boyolali dari pergerakan kendaraan di tiga gerbang tol, yakni GT Boyolali, GT Banyudono, dan GT Ngemplak.

Kasat Lantas Polres Boyolali AKP Tri Afandi menyampaikan arus lalu lintas terpantau ramai lancar, dengan dominasi kendaraan mengarah ke barat atau arus balik.

“Volume kendaraan yang melewati tol wilayah Boyolali saat puncak arus balik pada 23 Maret, kendaraan yang keluar-masuk pada tiga gerbang tol ada 28.324 unit mulai pukul 06.00 WIB-17.00 WIB. Lalu, pada 24 Maret ada 33.499 unit,” kata dia kepada Espos, Rabu (25/3/2026).

Total kendaraan yang melintas selama dua hari tersebut mencapai sekitar 61.823 unit.

Titik Rawan dan Antisipasi Arus Balik Kedua

Tri Afandi menjelaskan, setelah puncak arus balik pertama, pihaknya bersiap menghadapi gelombang kedua yang diperkirakan terjadi pada 28–29 Maret 2026.

“Gelombang keda diperkirakan menjadi puncak tertinggi arus balik ke arah Jabodetabek dan kota besar lainnya bertepatan dengan berakhirnya masa libur Lebaran,” jelas dia.

Untuk mengantisipasi lonjakan tersebut, kepolisian telah memetakan sejumlah titik rawan kecelakaan di ruas Tol Solo–Semarang wilayah Boyolali, khususnya di KM 475 hingga KM 484.

Sementara di jalan arteri, titik rawan kecelakaan berada di Bangjo Randusari, pertigaan Profesor Soeharso hingga Kenteng, serta perempatan Terminal Lama hingga pertigaan Wika Mojosongo.

Selain itu, kepadatan juga kerap terjadi di rest area KM 487 A dan B akibat antrean kendaraan yang hendak masuk.

“Polres Boyolali menerapkan sistem buka-tutup di area ini untuk mengurai kepadatan dan pemasangan water barrier untuk mengantisipasi kendaraan yang parkir di bahu jalan,” kata dia.

Tri mengimbau pemudik untuk mengutamakan keselamatan berkendara, memastikan kondisi kendaraan dan kesehatan, serta memanfaatkan layanan informasi lalu lintas digital seperti Google Maps maupun Si Polan.

Rekayasa Lalu Lintas dan Layanan Pemudik

Kapolres Boyolali AKBP Indra Maulana Saputra menambahkan kelancaran arus balik juga didukung rekayasa lalu lintas berupa one way lokal dari KM 459 Salatiga hingga KM 70 Cikatama.

“Arus balik gelombang kedua diprediksi pada 28-29 Maret, kami akan terus menyiapkan personel di pos yang kami siapkan, terutama di rest area dan titik lain. Kami juga telah membentuk tim urai yang bertugas memperlancar arus di titik yang ada kepadatan,” kata dia.

Ia menyebut Polres Boyolali juga menyediakan layanan derek gratis dan BBM mobile bagi pemudik yang mengalami kendala di perjalanan.

“Kami juga menyiapkan BBM mobile untuk para pemudik yang kehabisan bahan bakar, jadi BBM-nya diantar untuk mengisi bensin,” kata dia.

Sementara itu, Marketing Communication PT Trans Marga Jateng Dian Saputra mencatat puncak arus balik di GT Boyolali terjadi pada 23 Maret 2026.

“Pada 23 Maret 2026, terdapat 8.474 kendaraan masuk ke GT Boyolali dan kendaraan keluar ada 8.050 unit,” kata dia.

“Pada 24 Maret terjadi penurunan, kendaraan masuk ada 7.669 unit dan keluar 5.451 unit,” lanjutnya.

Ia menambahkan rest area di Tol Semarang–Solo wilayah Boyolali sempat diberlakukan buka-tutup karena kapasitas parkir yang terbatas.

“Untuk kapasitas rest area tipe B sekitar 150 kendaraan kecil. Untuk yang tipe A sekitar 300 kendaraan. Kami imbau masyarakat sebelum masuk tol untuk mengecek isi saldo elektronik dan memastikan kondisi kendaraan dan kesehatan,” kata dia.

Leave a Reply