Medianusantara.site, SOLO — Tradisi saling berkirim hampers atau parsel menjelang Hari Raya Idulfitri membawa berkah melimpah bagi para pelaku usaha di wilayah Solo dan sekitarnya.
Salah satunya Amalia Nur Falahiyati, pembuat parsel asal Colomadu, Karanganyar, yang mengaku sampai kewalahan melayani lonjakan pesanan. Hingga kini, ia telah mengantongi ratusan pesanan dari korporasi maupun perorangan dan diperkirakan akan terus bertambah.
“Kemarin dari corporate saja sudah tembus 250 pieces, lalu ada perorangan yang langsung pesan sampai 50-an. Jadi dari awal sampai hari ini sudah 400 lebih. Perkiraan sampai akhir Lebaran nanti bisa tembus di 1.300-an pieces,” ujar Amalia ketika dihubungi Espos, Minggu (15/3/2025).
Menariknya, Amalia menyoroti adanya pergeseran tren pembeli. Jika dahulu parsel identik dengan hadiah kelas menengah ke atas, menurutnya kini tradisi tersebut mulai digandrungi kalangan anak muda untuk diberikan kepada teman-teman seumuran.
Amalia membuat paket Polsek yang merupakan kepanjangan dari Paket Seket Ewu yang dibanderol dengan harga Rp50.000 untuk merespons pembeli yang lebih muda. Ia mengatakan paket ini merupakan yang paling laris.
“Kalau anak-anak muda itu biasanya minta yang Rp50.000-an. Itu lakunya seperti kacang goreng. Satu orang bisa pesan 10-20 pieces. Kemarin pelanggan pertama saya pesan 40 parsel, 20 di antaranya yang seri Polsek itu,” tambahnya.
Meski paket ekonomis laris manis, pesanan parsel eksklusif tetap mengalir. Amalia menyediakan paket hingga harga Rp2.000.000 yang biasanya dipesan oleh klien korporasi dari Jakarta.
Ia menjelaskan paket premium ini berisi produk makanan dari brand ternama, bed cover, hingga set pecah belah. Khusus untuk pasar lokal di Solo, harga parsel yang paling banyak diminati berada di rentang maksimal Rp750.000.
Karena melayani pengiriman hingga ke luar kota seperti Jakarta hingga Bekasi, Amalia mengaku sangat memperhatikan standar pengemasan. Untuk kue kering, ia menggunakan bubble wrap berlapis dan disusun padat agar tidak berongga.
Sementara untuk barang pecah belah seperti piring dan mangkuk, ia beralih menggunakan custom box kayu ketimbang keranjang terbuka demi menghindari kerugian akibat barang rusak di perjalanan.
Lonjakan pesanan juga dialami oleh penjual parsel asal Solo, Fitriya Budini, yang mengatakan justru sudah mulai memproduksi puluhan pesanan sejak sebelum Ramadan tiba. Pemesannya didominasi kalangan perkantoran dan perorangan.
Fitriya berfokus pada parsel yang berisi aneka kue kering kemasan 250 hingga 500 gram. Beberapa varian favorit pelanggannya antara lain nastar isian nanas, kukis cokelat, kastengel, hingga kue kacang. “Pelanggan biasanya memesan parsel dengan isi tiga sampai lima stoples kue kering,” ungkap Fitriya.
Untuk harga, Fitriya menawarkan paket parsel yang cukup terjangkau, dimulai dari Rp100.000 untuk paket berisi tiga stoples kue kering. Sementara itu, untuk paket yang lebih besar dengan isi lima stoples, ia membanderolnya di kisaran Rp250.000, tergantung dari jenis kue yang dipilih oleh pelanggan.

Leave a Reply