Medianusantara.site, SRAGEN — Ratusan aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen menggelar apel pada hari pertama masuk kerja setelah libur Lebaran, Rabu (25/3/2026). Usai apel, para ASN menjalankan tradisi bersalam-salaman sebagai bentuk halalbihalal.
Para ASN saling bersalaman sembari menyampaikan permohonan maaf lahir dan batin dalam momentum Syawal.
Informasi yang dihimpun Espos, apel perdana setelah libur Lebaran semula dijadwalkan pada Senin (30/3/2026). Namun, jadwal tersebut dimajukan menjadi Rabu karena adanya rencana kunjungan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.
Kendati demikian, kunjungan Menteri ESDM batal dilaksanakan. ASN yang sebelumnya menjalani kebijakan work from anywhere (WFA) tetap diwajibkan mengikuti apel sebelum kembali ke lokasi kerja masing-masing.
Pada apel perdana tersebut, Bupati Sragen Sigit Pamungkas menyampaikan permohonan maaf lahir dan batin kepada seluruh ASN. Ia juga menyampaikan pengalaman pribadinya selama Ramadan.
“Saat Ramadan berat badannya turun 4 kg tetapi empat hari setelah Ramadan, berat badannya naik lagi 4 kg,” ujar Sigit.
Lebaran di Sragen Berjalan Kondusif
Sigit juga memaparkan evaluasi pelaksanaan Ramadan dan Idulfitri di Sragen yang berlangsung kondusif. Meski perayaan Idulfitri tidak serentak, ia mengapresiasi seluruh elemen masyarakat dan aparat yang menjaga situasi tetap aman dan rukun.
“Saat Ramadan dan Idulfitri, ada tim pemantauan sembilan bahan pokok (sembako) yang memastikan ketersediaan dan keterjangkauan barang. Alhamdulillah harga-harga terjangkau dan barang tersedia. Kenaikan yang terasa harga cabai rawit merah yang mencapai Rp100.000 per kg. Dengan adanya operasi pasar akhirnya harga bisa turun sampai di angka Rp80.000 per kg,” jelas Sigit.
Untuk pengamanan arus lalu lintas, Sigit menyebut ada enam pos yang didirikan Polres Sragen bersama pemangku kepentingan terkait. Hasil pemantauan menunjukkan arus lalu lintas berjalan lancar.
Selain itu, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Sragen juga melakukan pengawasan, pengendalian, serta operasi penyakit masyarakat selama Ramadan.
“Secara umum Sragen selama Ramadan dan Idulfitri berjalan kondusif dan tidak ada gangguan yang menonjol,” jelas dia.

Leave a Reply