Sempat WFA, Pemkot Semarang Kembali Wajibkan ASN Ngantor Usai Lebaran

Sempat WFA, Pemkot Semarang Kembali Wajibkan ASN Ngantor Usai Lebaran
Wali Kota Semarang saat halal bihalal dengan ASN di lingkungan Pemkot Semarang. Senin (30/3/2026) (Daerah/Fitroh Nurikhsan)

Medianusantara.site, SEMARANG – Pemerintah Kota (Pemkot Semarang) kembali mewajibkan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) masuk kantor secara penuh setelah sebelumnya sempat menerapkan kebijakan work from anywhere (WFA) selama tiga hari pasca Lebaran.

Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan, dan Pelatihan (BKPP) Kota Semarang, Joko Hartono, menyampaikan bahwa ASN sebenarnya sudah mulai kembali bekerja sejak Rabu (18/3/2026). Namun pada masa transisi tersebut, sebagian ASN masih diberi fleksibilitas untuk bekerja dari mana saja.

“Mulai hari ini semua ASN sudah kami wajibkan hadir secara fisik. Kehadiran juga terus kami pantau sejak Rabu lalu, karena meskipun work from anywhere tetap ada sistem absensi,” ujar Joko Hartono saat ditemui Espos di Balai Kota Semarang, Senin (30/3/2026).

Joko menambahkan, Pemkot akan melakukan inspeksi mendadak (sidak) untuk memastikan kehadiran ASN. Bagi ASN yang bolos tanpa alasan, akan dikenakan sanksi disiplin.

“Kita sudah cek pagi ini, hampir 100 persen ASN sudah kembali berkantor. Kecuali yang sakit, izin, atau dinas luar kota. Libur kemarin juga cukup panjang dan kami beri kesempatan WFA tiga hari kemarin,” jelasnya.

ASN, Garda Terdepan Pelayanan Publik

Menurut Joko, ASN tetap membutuhkan kehadiran fisik terutama untuk layanan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Meski demikian, Pemkot Semarang membuka peluang penerapan WFA secara selektif, khususnya untuk pekerjaan tertentu seperti programmer atau bidang IT, mengikuti arahan dari pemerintah pusat.

“Kami menunggu seperti apa kebijakan dari Kementerian Dalam Negeri. Ketentuannya sudah ada di peraturan presiden, tapi implementasinya menunggu petunjuk lebih lanjut,” terangnya.

Wali Kota Agustina Wilujeng Pramestuti menegaskan ASN tidak sepenuhnya libur selama Lebaran, karena sebagian tetap melakukan pemantauan arus mudik dan balik.

“Walaupun mereka masuk kerja secara fisik mulai hari Kamis, sebenarnya pada hari raya mereka tetap melaksanakan tugas pemantauan. Mereka tidak libur secara total,” ungkap Agustina.

Agustina menambahkan, kondisi Lebaran tahun ini cukup dinamis karena beriringan dengan potensi bencana serta lonjakan aktivitas masyarakat, sehingga kesiapsiagaan ASN sangat dibutuhkan.

“Banyak kejadian sebelum cuti Lebaran seperti tanah longsor, jalan tiba-tiba berlubang, dan genangan banjir. Kiriman air dari wilayah sekitar juga perlu mendapat perhatian. Kami komitmen para ASN walaupun libur panjang, tapi tidak sepenuhnya libur,” tandasnya.

Leave a Reply