Medianusantara.site, KLATEN — Takmir Masjid Agung Al Aqsha Klaten bersama Remaja Islam Masjid Agung Al Aqsha (Rismala) serta Dompet Sejuta Harapan menggelar rangkaian kegiatan iktikaf selama sembilan hari terakhir Ramadan tahun ini. Iktikaf di masjid termegah di Kabupaten Klaten itu terbuka untuk umum dan tidak dipungut biaya.
Kegiatan iktikaf di masjid yang berlokasi di tepi Jalan Jogja–Solo, Desa Jonggrangan, Kecamatan Klaten Utara, digelar pada Selasa–Kamis (10–19/3/2026).
Ketua Takmir Masjid Agung Al Aqsha Klaten, Ardani, menjelaskan kegiatan iktikaf dimulai sejak Selasa (10/3/2026) malam. Berbagai kegiatan disiapkan panitia selama program berlangsung, mulai dari kajian hingga qiyamul lail bersama.
Ardani menjelaskan setiap setelah salat tarawih digelar kajian hingga sekitar pukul 22.00 WIB. Penceramah yang dihadirkan setiap malam juga berbeda-beda. Setelah kajian, jemaah diberi waktu untuk beristirahat. “Pukul 03.00 WIB peserta dibangunkan, kemudian ada salat hajat, salat taubat, mujahadah, serta doa bersama,” kata Ardani.
Setelah rangkaian ibadah tersebut, kegiatan dilanjutkan dengan sahur bersama yang disediakan secara gratis bagi peserta. Jemaah yang mengikuti iktikaf diminta mendaftar terlebih dahulu dan akan mendapatkan kupon sahur. “Setelah itu ada salat Subuh berjemaah dan dilanjutkan dengan kajian Subuh,” jelasnya.
Ardani menambahkan pendaftaran peserta iktikaf dilakukan secara daring. Informasi mengenai ketentuan pendaftaran telah dibagikan melalui akun media sosial resmi masjid, yaitu @masjidagungalaqsha.
Koordinator Bidang Riayah Takmir Masjid Agung Al Aqsha Klaten, Agus Supriyanto, mengatakan kuota peserta iktikaf sebenarnya tidak dibatasi. Namun peserta yang sudah mendaftar diminta mengambil kupon sahur paling lambat pukul 24.00 WIB untuk memudahkan panitia menyiapkan kebutuhan konsumsi.
Agus mengungkapkan antusiasme masyarakat mengikuti iktikaf di masjid tersebut terus meningkat setiap tahun. Banyak peserta datang dari berbagai daerah, bahkan ada yang mengikuti kegiatan selama penuh 10 hari terakhir Ramadan dan menginap di kawasan masjid.
“Salah satu yang mungkin membuat banyak peserta tertarik karena di sini iktikaf gratis. Ya kalau ada infak sekadarnya. Untuk pertimbangan lain mungkin bisa ditanyakan langsung kepada para peserta,” kata Agus.
Pada Ramadan tahun lalu, jumlah peserta iktikaf di Masjid Agung Al Aqsha Klaten mencapai ratusan orang setiap hari selama 10 hari terakhir Ramadan. Saat memasuki malam-malam ganjil, jumlah peserta bahkan meningkat hingga sekitar 1.000 orang.
Leave a Reply