Medianusantara.site, SOLO — Pemerintah Republik Indonesia mengklaim penerapan kembali sistem kerja dari rumah atau work from home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) bakal menghemat Rp6,2 Triliun.
Kebijakan yang berlaku efektif pada 1 April 2026 ini diproyeksikan mampu menghemat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga triliunan rupiah.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonomian), Airlangga Hartarto, menyatakan kebijakan tersebut merupakan bagian dari program strategis bertajuk “Delapan Butir Transformasi Budaya Kerja Nasional”.
Secara teknis, Airlangga memaparkan WFH bagi ASN di instansi pusat maupun daerah akan diberlakukan sebanyak satu hari kerja dalam seminggu, yakni pada setiap hari Jumat. Kebijakan mendetail untuk para abdi negara ini akan diatur lebih lanjut melalui Surat Edaran (SE) dari Menteri PAN-RB dan SE Menteri Dalam Negeri.
“Potensi penghematan dari kebijakan work from home ini yang langsung berdampak ke APBN adalah sebesar Rp6,2 triliun, berupa penghematan kompensasi Bahan Bakar Minyak (BBM). Sementara itu, total pembelanjaan BBM masyarakat juga berpotensi dihemat hingga sebesar Rp59 triliun,” ungkap Airlangga dalam jumpa pers melalui Zoom Meeting, Selasa (31/3/2026).
Selain efisiensi dari skema WFH, pemerintah juga melakukan pengelolaan keuangan negara melalui prioritisasi dan refocusing belanja kementerian dan lembaga (K/L).
Airlangga menjelaskan pengalihan anggaran akan menyasar pos-pos belanja yang dinilai kurang prioritas, seperti perjalanan dinas, rapat, belanja non-operasional, hingga kegiatan-kegiatan seremonial.
Dana hasil efisiensi tersebut akan langsung diarahkan untuk belanja yang lebih produktif dan menyentuh kebutuhan masyarakat, termasuk proyek rehabilitasi dan rekonstruksi bencana di wilayah Sumatera.
“Pemerintah terus mendorong percepatan belanja kementerian dan lembaga serta penajaman belanja melalui optimalisasi anggaran. Potensi prioritisasi dan refocusing anggaran ini berada dalam rentang Rp121,2 triliun hingga Rp130,2 triliun,” paparnya.
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, turut memberikan jaminan terkait stabilitas postur APBN di tengah dinamika dan gejolak perekonomian dunia.
Ia menegaskan pemerintah selalu menjaga keberlanjutan anggaran dan telah menyiapkan ruang fiskal yang cukup sebagai bantalan (cushion).
Purbaya membeberkan skenario-skenario ekonomi global, termasuk fluktuasi harga minyak mentah dunia, telah masuk dalam kalkulasi Kementerian Keuangan.
“Hitungan kita sekarang, meskipun harga rata-rata mencapai 100 dolar per barel sampai akhir tahun pun, anggaran kita tetap berkesinambungan dan defisitnya masih terkendali,” tegas Purbaya.
Oleh karena itu, Menteri Keuangan meminta publik untuk tetap tenang dan memercayakan pengelolaan kas negara kepada pemerintah.
“Masyarakat dan teman-teman media tidak perlu khawatir defisitnya tidak terkendali atau anggarannya morat-marit. Kita kendalikan semuanya dengan baik dan sudah kita hitung secara matang sampai dengan akhir tahun,” katanya.

Leave a Reply