Medianusantara.site, BANGKALAN – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia (Mendikdasmen RI) Abdul Mu’ti memastikan SDN 4 Kajuanak di Kecamatan Galis, Kabupaten Bangkalan, akan segera direvitalisasi.
Bangunan sekolah tersebut roboh pada 24 November 2025 akibat hujan deras yang disertai angin kencang yang melanda wilayah itu.
“Saya datang ke sini ingin memastikan kondisi sekolah yang sudah mengajukan program revitalisasi,” katanya, Jumat (1/5/2026).
Mu’ti datang ke sekolah itu disambut oleh Kepala SDN Kajuanak 4, para guru dan siswa, aparat desa, dan para pejabat dinas di lingkungan Pemkab Bangkalan.
SDN Kajuanak 4 merupakan salah satu lembaga pendidikan yang terdata rusak parah akibat musibah bencana alam yang melanda wilayah itu pada 2025.
Sejumlah fasilitas rusak, seperti ruang kelas, ruang administrasi dan unit kesehatan sekolah. Kegiatan belajar mengajar juga terpaksa dilakukan di bawah tenda darurat dan numpang di teras rumah warga.
Mendikdasmen Abdul Mu’ti menjelaskan, bahwa berdasarkan catatan Kemendikdasmen, SDN Kajuanak 4 itu telah mengajukan program revitalisasi berupa rehab kelas 4 ruangan, rehab administrasi 1 ruangan, pembangunan kelas 2 ruangan, pembangunan toilet 1 paket, dan pembangunan UKS (Unit Kesehatan Sekolah) 1 ruangan.
Berdasarkan jadwal, pada Mei 2026 ini sudah memasuki finalisasi dokumen dan segera ditandatangani oleh pihak yang berkepentingan.
“Tidak lama lagi sekolah ini segera direvitalisasi,” katanya yang disambut tapuk tangan para guru, dan siswa dan para orang tua murid yang hadir di acara itu.
Mu’ti selanjutnya melakukan peletakan batu pertama, sebagai tanda keseriusan pihak pemerintah memperbaiki sekolah itu.
Kepala SDN Kajuanak 4 Ningsih menjelaskan proposal revitalisasi lembaga yang dipimpinnya itu sudah diajukan bersama tim pada Desember 2025 dan mendapatkan respon baik.
Ia menuturkan, pada mulanya, sekitar 24 November 2025, bangunan sekolahnya tiba-tiba roboh, akibat hujan deras yang disertai angin kencang yang melanda wilayah itu.
“Untungnya, saat kejadian tidak ada kegiatan belajar mengajar, karena bencana itu di luar jam sekolah,” katanya yang dikutip dari Antara.
Dia bersama guru dan murid-murid lalu menggelar kegiatan belajar mengajar (KBM) di luar bangunan gedung, seperti di tempat terbuka yang diberi penutup, dan sebagian numpang di teras rumah warga.
“Saya dikabari Disdik Bangkalan sehari sebelum Pak Menteri ke sini. Ini sungguh di luar dugaan saya. Terus terang ya, saya bersama tim seperti dapat kado yang sangat indah, tidak disangka dan tidak terduga akan didatangi Pak Menteri langsung,” kata Ningsih.
Abdul Mu’ti pada kesempatan itu juga sempat berdialog dengan Kepala Desa Kajuanak, Marsit, guna memastikan status lahan yang ditempati sekolah tersebut, karena sebelumnya pernah dilaporkan ke Kemendikdasmen dalam sengketa.
“Sekarang sudah aman Pak Menteri. Sudah diselesaikan sengketanya,” kata Kades Marsit.

Leave a Reply