Medianusantara.site, KARANGANYAR — Pengurus Federasi Olahraga Petanque Indonesia (FOPI) Kabupaten Karanganyar masa bakti 2025–2029 langsung tancap gas usai dilantik, Jumat (1/5/2026).
FOPI Karanganyar mengintensifkan blusukan ke sekolah-sekolah untuk memperluas pembinaan atlet sejak dini. Hal itu disampaikan Ketua Umum FOPI Karanganyar, Latri Listyowati yang baru dilantik. Latri Listyowati kembali memegang tongkat FOPI Karanganyar yang dilantik bersama 13 pengurus lain di Dadap Serep Coffee & Resto.
Latri mengatakan kalangan sekolah menjadi sasaran utama untuk memperluas jangkauan olahraga petanque sekaligus mencetak regenerasi atlet berprestasi.
“Program terdekat kami adalah turun langsung ke SD, SMP, dan SMA. Kami akan jemput bola agar siswa bisa mengenal petanque lebih dekat. Selama ini memang sudah berjalan, tetapi ke depan akan kami buat lebih terstruktur dan masif,” ujar Latri.
Menurutnya, pendekatan ke sekolah dinilai sebagai langkah strategis untuk memperkuat fondasi pembinaan atlet. Selain memperkenalkan olahraga petanque sejak dini, program ini juga diharapkan mampu menjaring potensi atlet berbakat dari berbagai wilayah di Karanganyar.
Saat ini, FOPI Karanganyar telah membina sekitar 50 atlet yang sebagian besar berasal dari kalangan pelajar. Dari pembinaan tersebut, sejumlah prestasi telah berhasil diraih, di antaranya medali perunggu nomor single putra pada 2021 serta medali emas nomor ganda pada ajang Pra Porprov 2025.
“Dari pelajar inilah regenerasi atlet terbentuk. Kami ingin pembinaan ini berkelanjutan, sehingga setiap tahun ada atlet baru yang muncul dan bisa bersaing di berbagai kejuaraan,” katanya.
Latri menjelaskan, hasil dari program sosialisasi di sekolah nantinya akan diarahkan ke pembinaan lanjutan melalui latihan rutin dan seleksi atlet. Para atlet potensial akan dipersiapkan untuk mengikuti ajang Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda), baik di tingkat kabupaten maupun provinsi.
“Kami menargetkan dari sekolah ini lahir atlet-atlet yang siap tampil di Popda, lalu meningkat ke Porprov, bahkan sampai nasional. Target jangka panjang kami tentu meraih medali emas secara konsisten,” ujarnya.
Selain fokus pada sosialisasi, FOPI Karanganyar juga menyiapkan berbagai program pendukung, seperti latihan khusus, penguatan fisik atlet, hingga kegiatan kebersamaan seperti outbound untuk meningkatkan kekompakan tim. Di sisi lain, dukungan sarana dan prasarana juga terus diperkuat. Latri menyebut selama ini pihaknya mendapatkan dukungan anggaran tahunan yang dimanfaatkan untuk menunjang kegiatan latihan dan pembinaan atlet.
“Alhamdulillah, setiap tahun ada dukungan anggaran yang membantu kami dalam pengadaan fasilitas maupun kegiatan pembinaan. Ini sangat penting untuk menggali potensi atlet di Karanganyar,” jelasnya.
Dengan strategi jemput bola ke sekolah dan penguatan fasilitas, FOPI Karanganyar optimistis olahraga petanque akan semakin dikenal luas. Tidak hanya sebagai olahraga alternatif di kalangan pelajar, tetapi juga sebagai cabang olahraga potensial penyumbang prestasi bagi daerah.
“Kami ingin petanque benar-benar membumi di Karanganyar. Dari sekolah, kemudian berkembang ke masyarakat, hingga akhirnya mampu membawa nama daerah di tingkat provinsi maupun nasional,” harapnya.
Sementara itu, Ketua Harian FOPI Karanganyar, Suprianto, mengatakan fasilitas latihan saat ini terpusat di GOR RM Said. Lokasi tersebut telah dilengkapi 12 lintasan (line) petanque dengan ukuran standar 3 x 15 meter.
“Lapangan kami menggunakan landasan cor yang dilapisi split, sehingga sesuai standar pertandingan. Saat ini sudah ada 12 lintasan dan ini termasuk yang terbaik di wilayah Solo Raya,” kata Suprianto.
Meski demikian, ia mengakui masih diperlukan penambahan lintasan agar Karanganyar dapat menjadi tuan rumah kejuaraan tingkat provinsi. Setidaknya dibutuhkan tambahan lima lintasan untuk memenuhi standar tersebut.
“Sebenarnya ada rencana menggelar kejurprov di Karanganyar, tetapi kami masih butuh tambahan lintasan. Ini menjadi pekerjaan rumah ke depan,” ujarnya.

Leave a Reply