Medianusantara.site, SOLO — DPRD Solo menyetujui kerja sama sister city antara Kota Solo dengan Kota Xi’an, China. Persetujuan itu disampaikan dalam rapat paripurna dengan agenda Persetujuan DPRD terhadap Kerja Sama Sister City Kota Surakarta-Kota Xi’an di Gedung DPRD Solo, Rabu (6/5/2026).
Rapat yang dipimpin Ketua DPRD Solo, Budi Prasetyo, tersebut dihadiri Wali Kota Respati Ardi, Wawali Astrid Widayani, serta para pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) Solo.
DPRD Solo melalui juru bicara Komisi I, Wahyu Haryanto, dalam laporan hasil pembahasan rencana kerja sama sister city Solo dengan Xi’an, menyampaikan dukungan DPRD terhadap program itu.
“Komisi I DPRD Kota Solo mendukung dan menyetujui rencana kerja sama sister city Pemerintah Kota Solo-Kota Xi’an. Selanjutnya DPRD Kota Solo dapat segera menetapkan keputusan DPRD tentang Persetujuan Atas Rencana Kerja Sama Sister City Pemerintah Kota Solo- Kota Xi’an,” ujar dia.
Sementara itu, Respati Ardi mengatakan persetujuan DPRD Solo terkait program sister city dengan Kota Xi’an merupakan langkah strategis bagi Solo dalam memperluas jejaring kerja sama internasional. Sekaligus memperkuat posisi Solo sebagai kota budaya yang adaptif, inovatif, dan berdaya saing global.
“Kerja sama ini tidak hanya bersifat seremonial, namun telah dirancang secara konkret dan implementatif di berbagai bidang,” kata dia. Respati menjelaskan di sektor pariwisata, kebudayaan, dan sejarah, Solo mendorong promosi bersama, pertukaran informasi pariwisata, serta pengembangan wisata warisan budaya melalui seminar, workshop, hingga kunjungan ke situs cagar budaya.
Bidang Kerja Sama
Hal ini diharapkan mampu meningkatkan kunjungan wisatawan sekaligus memperkuat identitas budaya Kota Surakarta di kancah internasional. Sedangkan di bidang sains dan teknologi, kerja sama ini membuka peluang transfer pengetahuan terkait smart city, pemerintahan digital, big data, serta keamanan informasi.
“Selain itu, melalui Solo Technopark, kami juga mendorong program inkubasi bisnis dan pertukaran startup agar pelaku usaha muda di Solo mampu bersaing di pasar global,” terang dia.
Sementara di bidang perekonomian dan perdagangan, kolaborasi akan memperluas akses pasar bagi produk UMKM dan potensi ekspor Kota Solo melalui promosi digital, pameran internasional, serta pemanfaatan platform distribusi lintas negara. “Kita juga mendorong pelatihan transaksi ekspor-impor serta penguatan ekonomi sirkular melalui pengelolaan limbah menjadi produk bernilai ekonomi,” urai dia.
Tidak kalah penting, pada sektor pendidikan, akan dikembangkan program sister school, pertukaran pelajar, serta peningkatan kompetensi tenaga pendidik, termasuk pelatihan bahasa Mandarin. Ini menjadi investasi jangka panjang dalam menciptakan sumber daya manusia unggul dan berwawasan global.
Tidak kalah penting, Respati mengatakan dalam pengembangan sumber daya manusia, kerja sama ini akan memperkuat pelatihan kerja, sertifikasi kompetensi, hingga membuka peluang penempatan tenaga kerja dan magang internasional di Kota Xi’an.
“Keberhasilan kerja sama ini membutuhkan komitmen bersama, sinergi lintas perangkat daerah, serta dukungan penuh dari DPRD Kota Solo. Oleh karena itu, kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi atas persetujuan yang telah diberikan dalam rapat paripurna ini,” tegas dia.
“Kami berharap kerja sama Sister City antara Solo dan Xi’an ini dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, meningkatkan kesejahteraan, serta mempercepat pembangunan Kota Solo yang inklusif, berkelanjutan, dan mendunia,” imbuhnya.

Leave a Reply