Kemenag Catat Ada 6.871 Madrasah di Jawa Tengah yang Rusak dan Perlu Perbaikan

Kemenag Catat Ada 6.871 Madrasah di Jawa Tengah yang Rusak dan Perlu Perbaikan
Kondisi struktur atap Kelas VII Mts Muhammadiyah 4 Sambungmacan, Sragen, runtuh dan menyebabkan tujuh siswa luka-luka, Selasa (12/5/2026). (Daerah/Tri Rahayu)

Medianusantara.site, SEMARANG – Kementerian Agama (Kemenag) Jawa Tengah mencatat ada sebanyak 11.956 unit sekolah madrasah yang tersebar di 35 kabupaten/kota. Dari total ribuan bangunan itu, 6.871 di antaranya atau setara 57,47% dilaporkan alami kerusakan atau perlu perbaikan, termasuk MTs Muhammadiyah 4 Sambungmacan, Kabupten Sragen.

Kepala Bidang Pendidikan Madrasah (Penmad) Kantor Wilayah Kemenag Jateng, Amin Handoyo, telah menerjunkan tim untuk memantau situasi atap MTs roboh di Sambungmacan, Sragen. Pihaknya juga melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah untuk penanganan dan penyaluran bantuan kepada para korban tedampak.

“Kami sudah terima laporan dan sudah turun ke lokasi dengan pemerintah setempat,” kata Amin kepada Espos, Rabu (13/5/2026).

Berdasarkan data Kemenag Jateng per 17 Januari 2026, terdapat 11.956 unit sekolah madrasah yang tersebar di 35 kabupaten/kota mulai dari tingkat RA, MI, MTs, dan MA. Rinciannya, 11.648 merupakan milik swasta, sedangkan 308 sisanya status negeri.

“Kerusakan bangunan baik ringan, sedang, berat, ada 6.871 unit,” bebernya.

Penyebab kerusakan bangunan madrasah, menurut Amin diakibatkan oleh berbagai faktor. Mulai dari cuaca ekstrim hingga kondisi bangunan yang sudah tua atau perlu peremajaan.

“Macam-macam penyebabnya. Tapi rata-rata karena usia sudah lama, sehingga butuh perbaikan,” sambungnya.

Amin mengaku telah meminta bantuan pemerintah pusat untuk melakukan revitalisasi atau perbaikan 6.871 madrasah yang alami kerusakan. Langkah ini diambil sebagai bentuk antisipasi mencegah kejadian serupa di MTs Muhammadiyah 4 Sambungmacan.

“Dari pendataan itu, rencananya akan ada bantuan Presiden untuk rehabiitasi. Harapannya bisa segera berjalan secara berkala karena dari kami itu, tidak punya anggaran [untuk perbaikan],” ucapnya.

Soal evaluasi kelayakan bangunan madrasah secara berkala setiap tahun, Amin juga mengaku sudah dilakukan. Satuan pendidikan madrasah, memiliki sistem informasi untuk pelaporan secara periodik dengan Kemenag Jateng.

“Kami ada pendataan sistem yang dilakukan guru maupun lembaga terkait kondisi madrasah dan sarana prasarana [Sarpas],” akunya.

Diberitakan sebelumnya, atap ruang kelas VII di MTs Muhammadiyah 4 Sambungmacan, Kabupaten Sragen, runtuh saat kegiatan belajar mengajar berlangsung pada Selasa (12/5/2026) sekitar pukul 07.30 WIB. Insiden tersebut mengakibatkan tujuh siswa mengalami luka-luka dan seorang guru mengalami syok.

Leave a Reply