Medianusantara.site, SALATIGA-Kepala Kantor Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah, Saiful Mujab, secara resmi membuka grand final ajang bergengsi Olimpiade Sains Madrasah (OSMA) Tingkat Provinsi Jawa Tengah Tahun 2026. Acara pembukaan dipusatkan di Aula MAN Salatiga pada Sabtu (23/5/2026). Selanjutnya kompetisi berlangsung secara daring di 35 titik lokasi yang tersebar di seluruh kabupaten/kota se-Jateng.
Antusiasme peserta pada gelaran OSMA tahun ini terbilang sangat luar biasa. Sejak babak penyisihan dimulai, tercatat sebanyak 10.846 pendaftar telah bersaing ketat. Melalui proses seleksi yang panjang, panitia akhirnya menyaring para peserta hingga menyisakan 1.966 finalis yang berhak berlaga di babak final.
Para finalis tersebut terdiri dari:
• 1.166 siswa jenjang Madrasah Aliyah (MA)
• 405 siswa Madrasah Tsanawiyah (MTs)
* 395 siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI)
Dalam sambutannya, Saiful Mujab menegaskan bahwa ajang OSMA ini memegang peranan penting sebagai barometer mutu pendidikan madrasah di Jawa Tengah.
“Ajang OSMA ini bukan sekadar kompetisi sains biasa, melainkan wadah untuk membentuk generasi madrasah yang percaya diri serta tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga berintegritas dan berkarakter,” tegas Saiful Mujab.
Kakanwil juga menngajak siswa untuk membaca, meneliti dan menguji. Karena Ilmu harus dapat dipertahankan sumber utamanya.
“Kecerdasan itu dimulai dari membaca. Seperti perintah pertama yang didapat Nabi Muhammad SAW. Terus latih kecerdasan kita agar kita semua menjadi bagian komitmen mengawal madrasah menuju prestasi yang gemilang,” ucapnya.
Kankanwil mendorong siswa agar jangan hanya belajar dari yang diberikan guru saja, tetapi belajar juga dari pengalaman.
“Saya minta melalui OSMA ini, mari kita gali potensi anak-anak kita baik bidang keilmuan maupun kehidupan, agar dapat memberi makna bagai madrasah. Ini langkah progresif dan agresif semoga bisa mengantar anak-anak kita berhasil,” tegas Saiful Mujab.
Kakanwil juga mengingatkan bahwa siswa madrasah jangan sampe gagal paham tentang keilmuan dan kebangsaan. Sedangkan untuk panitia guru dan pengawas di seluruh kabupaten/kota agar terus menjaga objektivitas dan sportivitas selama kompetisi berlangsung.
“Kepada anak-anakku para finalis, selamat berjuang, tunjukkan kemampuan terbaik kalian dengan semangat sportivitas,” imbuhnya memberi motivasi.
Sementara itu, Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Jateng, Amin Handoyo, melaporkan bahwa seluruh persiapan teknis telah dimatangkan demi kelancaran kompetisi. Pengerjaan soal pada babak final sendiri dimulai secara serentak tepat pada pukul 09.00 WIB.
“Kami sangat mengapresiasi semangat juang seluruh peserta dari berbagai daerah. Kami berharap ajang ini mampu melahirkan talenta-talenta terbaik yang siap membawa nama harum madrasah Jawa Tengah di kancah nasional,” ujar Amin Handoyo saat menyampaikan laporannya.

Disampaikannya jika OSMA sudah masuk ke Puspresnas (pusat prestasi nasional). “Maka kami dorong madrasah negeri dan swasta untuk merekognisi kompetisi yang unggul sehingga bisa diakui lembaga resmi Perpusnas,” lanjutnya.
Turut hadir langsung di Aula MAN Salatiga mendampingi Kakanwil dalam seremoni pembukaan ini, antara lain:
• Amin Handoyo (Kabid Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Jateng)
• Nurzaini Wahyu Widodo (Kakankemenag Kota Salatiga)
* Nurcholis (Kasubag TU Kemenag Kota Salatiga)
* Juair (Ketua Tim Kerja Kurikulum dan Kesiswaan Penmad Kanwil Kemenag Jateng)
• Sumarlan (Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kemenag Kota Salatiga)
• Munawir (Kepala MAN Salatiga) (NA)

Leave a Reply