Seminar FEBI UIN Saizu: Mahasiswa Harus Jadi Penggerak Ekonomi Digital Indonesia

Seminar FEBI UIN Saizu: Mahasiswa Harus Jadi Penggerak Ekonomi Digital Indonesia
Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) FEBI UIN Saizu mengadakan Seminar Nasional Ekonomi Kreatif dan Digital Marketing 2026. (Istimewa)

Medianusantara.site, PURWOKERTO-Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto terus mendorong lahirnya generasi muda yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan ekonomi digital.

Komitmen itu diwujudkan melalui penyelenggaraan Seminar Nasional Ekonomi Kreatif dan Digital Marketing 2026 yang digelar oleh Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) FEBI UIN Saizu di Auditorium UIN Saizu Purwokerto, Kamis (4/6/2026).

Mengangkat tema Membangun Generasi Kreatif dan Inovatif di Era Ekonomi Digital, kegiatan ini menghadirkan akademisi, praktisi industri, serta pelaku bisnis digital untuk berbagi wawasan mengenai peluang dan tantangan ekonomi kreatif di tengah pesatnya transformasi teknologi.

Seminar diikuti ratusan mahasiswa dari berbagai program studi yang antusias menyimak materi dan berdiskusi langsung dengan para narasumber. Kegiatan ini menjadi wadah penting untuk mempertemukan dunia akademik dengan dunia industri dalam rangka memperkuat kompetensi mahasiswa menghadapi era digital.

Ketua DEMA FEBI UIN Saizu Fadel Rosadi menyampaikan bahwa seminar nasional ini merupakan bagian dari upaya membangun kesadaran mahasiswa agar tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu menjadi pencipta inovasi dan pelaku usaha berbasis digital.

Menurutnya, perkembangan ekonomi digital membuka peluang yang sangat besar bagi generasi muda untuk berkontribusi dalam pembangunan ekonomi nasional melalui berbagai sektor kreatif dan teknologi.

“Kami ingin mahasiswa memiliki keberanian untuk menciptakan inovasi, membangun usaha, serta memanfaatkan teknologi digital sebagai sarana menciptakan nilai tambah bagi masyarakat,” ujarnya.

Salah satu narasumber, M. Noor Fahmi, membawakan materi bertajuk Mahasiswa sebagai Katalisator Transformasi Ekonomi 5.0. Dalam pemaparannya, ia menegaskan bahwa mahasiswa memiliki posisi strategis sebagai agen perubahan yang mampu menghubungkan kemajuan teknologi dengan nilai-nilai budaya dan kearifan lokal.

Menurutnya, generasi muda saat ini memiliki keunggulan berupa literasi digital yang tinggi, kreativitas, serta jaringan sosial yang luas. Modal tersebut dapat dimanfaatkan untuk menciptakan inovasi bisnis yang berkelanjutan sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi nasional.

Ia juga mengungkapkan bahwa Indonesia saat ini menguasai sekitar 40 persen pangsa pasar ekonomi digital di kawasan ASEAN dengan potensi valuasi mencapai USD130 miliar. Kondisi tersebut menjadi peluang besar bagi mahasiswa untuk mengambil peran lebih aktif dalam pengembangan ekonomi berbasis teknologi.

Sementara itu, praktisi digital marketing dari Prudential Syariah, M. Daffa Hammam, menyampaikan materi bertajuk The Power of Knowing. Ia menjelaskan bahwa digital marketing modern tidak hanya berfokus pada aktivitas promosi di media sosial, tetapi juga kemampuan memahami perilaku konsumen melalui analisis data.

Menurut Daffa, strategi pemasaran yang efektif harus didasarkan pada informasi yang akurat mengenai karakteristik konsumen, pola interaksi, preferensi konten, serta waktu terbaik untuk melakukan komunikasi.

“Keputusan bisnis yang berbasis data akan menghasilkan strategi yang lebih tepat sasaran dibandingkan hanya mengandalkan intuisi atau asumsi,” jelasnya.

Pendekatan tersebut dinilai semakin penting di tengah persaingan bisnis digital yang menuntut ketepatan dalam membaca kebutuhan pasar.

Selain menghadirkan Daffa Hammam dan Noor Fahmi, seminar juga menghadirkan sejumlah pembicara berpengalaman lainnya, yakni Aditya Yosi, Irfan Bahtiar, dan Mahardika Cipta Raharja.

Dalam sesi diskusi, para narasumber sepakat bahwa mahasiswa perlu terus mengembangkan literasi digital, kreativitas, kemampuan berpikir kritis, dan jiwa kewirausahaan agar mampu beradaptasi dengan perubahan yang berlangsung sangat cepat.

Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) FEBI UIN Saizu mengadakan Seminar Nasional Ekonomi Kreatif dan Digital Marketing 2026. (Istimewa)
Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) FEBI UIN Saizu mengadakan Seminar Nasional Ekonomi Kreatif dan Digital Marketing 2026. (Istimewa)

Mereka juga menekankan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi, dunia industri, pemerintah, dan komunitas dalam membangun ekosistem ekonomi kreatif yang inklusif serta berkelanjutan.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan. Berbagai pertanyaan kritis muncul dalam sesi diskusi, mulai dari strategi membangun bisnis digital, pengembangan ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal, hingga pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam dunia usaha.

Diskusi tersebut menunjukkan tingginya minat mahasiswa terhadap perkembangan teknologi yang saat ini menjadi salah satu faktor utama dalam transformasi ekonomi global.

Melalui Seminar Nasional Ekonomi Kreatif dan Digital Marketing 2026, FEBI UIN Saizu berharap mahasiswa tidak hanya memperoleh pemahaman teoritis, tetapi juga mendapatkan inspirasi untuk mengembangkan ide kreatif menjadi inovasi dan usaha yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen FEBI UIN Saizu dalam mencetak lulusan yang adaptif, kompetitif, dan mampu mengambil peran strategis dalam pembangunan ekonomi digital Indonesia.

Pesan utama yang mengemuka dalam seminar tersebut adalah bahwa mahasiswa harus menjadi pelaku utama perubahan, bukan sekadar penonton. Dengan kreativitas, inovasi, dan pemanfaatan teknologi digital yang tepat, generasi muda diharapkan mampu menciptakan solusi serta nilai tambah bagi kemajuan bangsa. (NA)

Leave a Reply