Medianusantara.site, MATARAM — Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Nusa Tenggara Barat (NTB) menggandeng Daerah Institute untuk menyelenggarakan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) sebagai upaya meningkatkan kualitas dan profesionalisme insan pers di daerah.
Kegiatan UKW tersebut akan dilaksanakan pada 29–30 Juli 2026 di Fave Hotel Dasan Agung Baru, Kota Mataram, NTB. Pelaksanaan UKW ini tidak dipungut biaya alias gratis bagi peserta yang memenuhi persyaratan. Jadwal ini mundur dari rencana awal yaitu 4-5 Juli 2026 karena mempertimbangkan pengumpulan dokumen-dokumen persyaratan yang belum selesai dari para calon peserta UKW.
Ketua SMSI NTB H. Abdus Syukur, Senin (8/6/2026), mengatakan SMSI NTB memilih Daerah Institute sebagai mitra penyelenggara karena lembaga tersebut telah terakreditasi Dewan Pers sebagai lembaga penguji kompetensi wartawan. Kehadiran Daerah Institute diharapkan dapat memastikan pelaksanaan UKW berjalan secara profesional, independen, dan sesuai standar kompetensi yang ditetapkan Dewan Pers.
Karya Jurnalistik Berkualitas
Pelaksanaan UKW kali ini mengusung tema “Mewujudkan Desa Berdaya di NTB melalui Kolaborasi Jurnalisme Profesional dan Keterbukaan Informasi Publik”. Tema tersebut menitikberatkan pada peran strategis pers dalam mendorong transparansi informasi serta pemberdayaan masyarakat desa melalui karya jurnalistik yang berkualitas.
UKW akan dibuka untuk jenjang Wartawan Muda dengan kuota sebanyak 36 peserta. Peserta berasal dari berbagai perusahaan media di NTB. Kuota sengaja dibatasi untuk menjaga kualitas pelaksanaan pengujian agar berlangsung lebih intensif dan efektif.
Panitia akan menyeleksi peserta berdasarkan sejumlah persyaratan, antara lain legalitas perusahaan media tempat bekerja, masa kerja aktif sebagai jurnalis, serta kelengkapan portofolio karya jurnalistik.
Kompetensi Standar Profesi
Ia menjelaskan bahwa UKW merupakan instrumen penting dalam memastikan wartawan memiliki kompetensi sesuai standar profesi. Di tengah perkembangan media digital yang semakin pesat, wartawan dituntut mampu menghasilkan informasi yang kredibel, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan.
“UKW menjadi salah satu upaya menjaga kepercayaan publik terhadap media di tengah derasnya arus informasi yang belum terverifikasi. Selain itu, UKW juga menjadi bentuk komitmen wartawan terhadap kualitas, integritas, dan profesionalisme dalam menjalankan tugas jurnalistik,” ujarnya dalam keterangan tertulis kepada Espos, Senin (8/6/2026).
SMSI NTB menilai perkembangan teknologi informasi dan digitalisasi media menjadi tantangan besar bagi insan pers saat ini. Maraknya informasi yang beredar melalui media sosial menuntut wartawan untuk semakin mengedepankan prinsip verifikasi, akurasi, dan kepatuhan terhadap Kode Etik Jurnalistik.
Kesadaran Profesional
Melalui UKW, lanjut Syukur, wartawan diharapkan tidak hanya memiliki keterampilan teknis jurnalistik, tetapi juga kesadaran profesional dalam menjalankan fungsi pers sebagai penyampai informasi, kontrol sosial, dan pilar demokrasi.
Bagi perusahaan media, semakin banyak wartawan yang kompeten akan berdampak pada peningkatan kualitas produk jurnalistik, penguatan sistem evaluasi kinerja, serta pengembangan karier wartawan di lingkungan perusahaan pers. Sementara bagi masyarakat, keberadaan wartawan kompeten diharapkan mampu menghadirkan pemberitaan yang kredibel, berimbang, dan edukatif.
SMSI NTB juga menegaskan bahwa UKW tetap relevan di era kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Meskipun teknologi AI berkembang pesat, kemampuan manusia dalam menjaga integritas, etika, independensi, serta kredibilitas jurnalistik tidak dapat digantikan oleh teknologi.
Potensi Desa
Pelaksanaan UKW ini juga menjadi bagian dari rangkaian kegiatan menuju Musyawarah Provinsi (Musprov) II SMSI NTB. Ke depan, hasil UKW diharapkan menjadi fondasi lahirnya wartawan-wartawan profesional yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, mampu mengawal pembangunan daerah, serta berkontribusi dalam menggali potensi desa-desa di NTB agar semakin berdaya saing di era digital.
Pendaftaran akan ditutup secara otomatis apabila kuota peserta telah terpenuhi.Informasi lebih lanjut dapat menghubungi panitia melalui Anang (0819-0702-6999) dan Idrus (0823-5926-3675). (*)

Leave a Reply