Medianusantara.site, KARANGANYAR — Bus Sumber Berlian Jaya yang mengangkut rombongan pendaki asal Jakarta mengalami kecelakaan tunggal di Jalan Kemuning–Karangpandan, Kabupaten Karanganyar, Senin (22/6/2026) dini hari. Bus diduga mengalami rem blong hingga menabrak warung makan Mbak Ning dan sebuah tiang listrik di tepi jalan.
Akibat kecelakaan tersebut, sedikitnya 22 penumpang mengalami luka-luka. Tujuh orang di antaranya mengalami luka cukup serius dan harus mendapatkan perawatan di RSUD Karanganyar. Satu korban bahkan dilaporkan menjalani operasi akibat luka di bagian kepala dan wajah.
Salah seorang peserta sekaligus tour leader rombongan, Raka Aditya Samanta, 17, mengatakan kecelakaan terjadi sekitar pukul 01.40 WIB saat bus membawa rombongan pulang ke Jakarta setelah mengikuti open trip pendakian Gunung Lawu.
Menurut Raka, bus mengangkut sekitar 65 orang yang terdiri atas peserta pendakian dan kru kendaraan. Saat kejadian, sebagian besar penumpang sedang tertidur karena perjalanan dilakukan pada malam hari.
“Saya posisi tidur di depan. Tiba-tiba sopir dan kenek teriak kalau rem blong. Karena saya di bagian depan, saya langsung mengarahkan teman-teman yang di depan supaya bergeser ke tengah agar lebih aman. Tidak lama kemudian bus menabrak warung dan tiang listrik,” ujarnya saat ditemui di RSUD Karanganyar.
Raka menuturkan suasana di dalam bus mendadak panik setelah kendaraan kehilangan kendali saat melintasi jalur menurun kawasan Kemuning. Penumpang yang semula tertidur langsung terbangun dan berteriak ketika merasakan bus oleng.
“Semua penumpang teriak. Bus sempat oleng lalu langsung menabrak warung dan tiang listrik,” katanya.
Usai Mendaki Gunung Lawu
Rombongan tersebut diketahui baru saja menyelesaikan pendakian Gunung Lawu melalui jalur Candi Cetho. Mereka mulai mendaki pada Sabtu (20/6/2026) dan turun kembali pada Minggu (21/6/2026) malam.
Setelah turun dari gunung, seluruh peserta diangkut menggunakan truk menuju Terminal Kemuning. Perjalanan dari Pos Candi Cetho menuju terminal berlangsung lancar tanpa kendala. Setibanya di terminal, rombongan kemudian berpindah ke bus besar yang telah disiapkan untuk perjalanan pulang ke Jakarta.
“Dari Pos Candi Cetho ke Terminal Kemuning kami naik truk dan aman. Setelah sampai terminal baru pindah ke bus besar yang disiapkan untuk perjalanan pulang ke Jakarta,” ujar Raka.
Ia mengaku tidak mengetahui secara pasti kapan gangguan pada sistem pengereman mulai terjadi. Namun, indikasi masalah disebut mulai terasa saat bus melintas di sekitar kawasan perkebunan teh Kemuning.
“Kalau mulai terasa remnya bermasalah itu di dekat kebun teh. Saya kurang tahu persis karena posisi sedang tidur. Tahu-tahu sopir dan kenek sudah teriak,” katanya.
Diduga karena kehilangan fungsi pengereman, bus melaju tak terkendali hingga menghantam warung makan Mbak Ning yang berada di sisi jalan. Benturan juga menyebabkan kendaraan menabrak tiang listrik.
Kerasnya tabrakan mengakibatkan puluhan penumpang mengalami luka. Dari total 22 korban, tujuh orang mengalami luka cukup serius. Satu korban harus menjalani operasi karena mengalami luka sobek pada bibir serta cedera di bagian kepala.
“Total korban luka ada 22 orang. Yang cukup parah sekitar tujuh orang. Ada satu yang harus operasi karena mengalami luka sobek di bibir dan cedera di bagian kepala,” kata Raka.
Korban yang mengalami luka ringan mendapat penanganan di klinik setempat, sedangkan korban dengan kondisi lebih berat dirujuk ke RSUD Karanganyar. Raka sendiri mengalami luka robek di bagian kaki dan tangan akibat kecelakaan tersebut.
“Saya luka di kaki dan tangan robek. Tapi masih bisa membantu teman-teman yang lain,” ujarnya.
Hingga Senin pagi, sebagian anggota rombongan masih bertahan di Karanganyar untuk mendampingi korban yang menjalani perawatan. Mereka berencana melanjutkan perjalanan ke Jakarta menggunakan armada pengganti setelah seluruh korban mendapatkan penanganan medis.
“Kami masih menunggu teman yang operasi selesai. Nanti rencananya ada bus pengganti yang menjemput untuk perjalanan ke Jakarta,” katanya.
Sementara itu, aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan. Dugaan awal mengarah pada gangguan sistem pengereman saat bus melintas di jalur menurun kawasan Kemuning menuju Karangpandan.
Selain menyebabkan puluhan penumpang terluka, kecelakaan tersebut juga mengakibatkan kerusakan pada bangunan warung makan dan infrastruktur kelistrikan di lokasi kejadian. Petugas bersama warga setempat langsung melakukan evakuasi penumpang dan pengamanan area guna mencegah dampak lebih lanjut.

Leave a Reply