Urai Antrean di Pelabuhan Ketapang, ASDP Operasikan 30 Kapal Feri Setiap Hari

Urai Antrean di Pelabuhan Ketapang, ASDP Operasikan 30 Kapal Feri Setiap Hari
Kapal feri di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur. ANTARA/Novi Husdinariyanto

Medianusantara.site, BANYUWANGI — Berbagai langkah dilakukan untuk mengurai antrean kendaraan di Pelabuhan Ketapang, Kabupaten Banyuwangi. Salah satunya dengan mengoperasikan sebanyak 28 hingga 30 unit kapal feri setiap hari.

General Manajer PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Ketapang, Arief Eko Kurniansjah, mengatakan sebagai langkah percepatan layanan ASDP mengoperasikan 28 hingga 30 kapal setiap hari termasuk dukungan kapal pada Dermaga Bulusan, Dermaga LCM dan Dermaga Ponton guna meningkatkan kapasitas angkut.

“Seluruh sumber daya operasional di lapangan telah kami optimalkan untuk mempercepat penguraian antrean kendaraan di Pelabuhan Ketapang,” kata dia, Minggu (28/6/2026).

Menurut Arief, pengaturan dermaga juga disesuaikan berdasarkan karakteristik kendaraan, dan untuk kendaraan pribadi diprioritaskan melalui Dermaga MB I, MB II, MB III dan Dermaga Ponton.

Sedangkan kendaraan logistik besar atau angkutan barang, lanjut dia, dilayani melalui Dermaga MB IV dan Dermaga LCM, untuk meminimalkan benturan dan mempercepat proses bongkar muat.

“Selain itu, kami juga menerapkan pola tiba-bongkar-berangkat [TBB] untuk mempercepat siklus pelayaran. Bersama seluruh pemangku kepentingan kami juga melakukan pengaturan lalu lintas, pengelompokan kendaraan dan pemanfaatan kantong parkir Dermaga Bulusan agar antrean dapat terurai secara bertahap,” kata Arief yang dikutip dari Antara.

Sementara di sisi darat, kata Arief, ASDP bersama Satlantas Polresta Banyuwangi mengaktifkan kantong parkir Bulusan sebagai buffer zone yang mampu menampung sekitar 400 kendaraan logistik, truk golongan VI ke atas diarahkan memasuki area tersebut sebagai bagian dari delaying system hingga dermaga siap menerima muatan baru.

“Kendaraan kecil dan kendaraan pribadi dari arah selatan Banyuwangi dialihkan melalui jalan lingkar Pelabuhan Ketapang guna mengurangi kepadatan pada ruas arteri menuju pelabuhan,” kata dia.

Arief menambahkan, ASDP juga terus berkoordinasi dengan BMKG dan otoritas terkait untuk memantau perkembangan cuaca dan menyesuaikan pola operasi apabila diperlukan.

Leave a Reply