Tutup Musim Haji 2026, Kloter Sapu Jagat Tiba di Asrama Haji Donohudan Boyolali

Tutup Musim Haji 2026, Kloter Sapu Jagat Tiba di Asrama Haji Donohudan Boyolali
Sejumlah haji yang tergabung dalam kloter terakhir atau Kloter Sapu Jagat Debarkasi Solo tiba di Gedung Muzdalifah, Asrama Haji Donohudan, Boyolali, Selasa (30/6/2026) malam. (Daerah/Dhima Wahyu Sejati)

Medianusantara.site, SOLO — Jemaah haji kelompok terbang (kloter) terakhir atau Kloter 81 Sapu Jagat tiba di Asrama Haji Donohudan (AHD), Kabupaten Boyolali, pada Selasa (30/6/2026) malam. 

Kloter Sapu Jagat ini berisi jemaah haji dari berbagai kabupaten/kota, yakni Demak, Boyolali, Cilacap, Kabupaten Tegal, Sukoharjo, Kota Solo, Klaten, Jepara, Kota Tegal, Grobogan, Pati, Blora, dan Wonogiri.

Pesawat yang membawa rombongan penutup pada musim haji 2026 ini mendarat di Bandara Internasional Adi Soemarmo, Solo, pada pukul 17.06 WIB. Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Solo, Fitriyanto, menyambut 357 haji yang tergabung di kloter tersebut.

“Kloter 81 atau yang sering kita sebut kloter Sapu Jagat ini membawa 357 orang jemaah beserta petugas. Alhamdulillah sudah sampai di Asrama Haji dan semuanya dalam keadaan sehat walafiat, lancar, dan tidak ada kendala,” terang Fitriyanto ketika ditemui awak media di AHD, Selasa (30/6/2026) malam.

Fitriyanto memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pemangku kepentingan, kementerian, lembaga, tenaga pendukung PPIH, hingga awak media yang telah berkolaborasi memberikan layanan terbaik pada musim haji tahun ini.

“Lega rasanya dari kloter 1 sampai kloter 81 alhamdulillah sudah pulang semuanya dan diberikan kelancaran. Saya mengapresiasi kerja sama rekan-rekan media yang selalu mendukung dan memberitakan, sehingga keluarga jemaah merasa tercerahkan dan mendapat informasi yang mendidik,” imbuhnya.

Sementara itu, berdasarkan rekapitulasi data hingga malam penutupan, Fitriyanto menyebutkan jemaah haji dari Debarkasi Solo yang wafat di Tanah Suci tercatat sebanyak 55 orang. Selain itu, masih ada jemaah yang tertinggal di Arab Saudi karena masalah kesehatan yang tidak memungkinkan untuk  menjalani penerbangan.

Jemaah Haji Sakit

Tercatat ada enam jemaah yang masih dirawat dan satu orang pendamping, sehingga total tujuh orang tertinggal. Terkait mekanisme kepulangan jemaah yang masih berada di Arab Saudi, Fitriyanto memastikan pemerintah akan bertanggung jawab penuh dan terus memantau kelayakan terbang mereka. 

Pemulangan jemaah haji yang sakit akan difasilitasi maskapai Garuda Indonesia hingga mendarat di Jakarta. “Di Jakarta nanti, kalau memang masih butuh istirahat atau perawatan lagi, biasanya akan dirujuk ke Rumah Sakit Haji di Pondok Gede. Kalau sudah benar-benar layak pulang, akan diterbangkan ke Solo atau Semarang sesuai tempat tinggalnya. Petugas daerah juga akan menjemput dan mengantar mereka sampai ke rumah masing-masing,” paparnya mengenai prosedur penjemputan.

Selain itu, Fitriyanto juga memberikan catatan terkait syarat kelayakan atau istitha’ah kesehatan. Pada pelaksanaan tahun ini, pihaknya masih menemukan sejumlah jemaah yang dipulangkan ke kabupaten dalam kondisi kesehatan yang kurang ideal, termasuk jemaah yang mengalami demensia.

Menindaklanjuti temuan tersebut, PPIH ke depan berencana mengevaluasi jadwal pemeriksaan kesehatan untuk musim haji mendatang agar dilakukan jauh lebih awal.

“Tentu ke depannya akan dievaluasi dan ditingkatkan lagi. Pemeriksaan kesehatan akan kita mulai lebih awal. Tujuannya agar jemaah memiliki waktu yang cukup untuk recovery kesehatan, sehingga pada saatnya nanti mereka benar-benar sehat dan layak berangkat sesuai dengan kuotanya masing-masing,” ujarnya.

Leave a Reply