Medianusantara.site, SOLO — Wali Kota Solo, Respati Ardi, mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) memanfaatkan E-Katalog agar produk lokal dapat menjadi bagian dari pengadaan barang dan jasa Pemerintah Kota (Pemkot) Solo.
Ajakan tersebut disampaikan Respati usai menghadiri Pembukaan Forum Nasional Penguatan Profesi Pengadaan II dan Pelantikan Dewan Pengurus Nasional Ikatan Fungsional Pengadaan Indonesia (IFPI) 2026–2031 di Terminal Tirtonadi Convention Hall, Minggu (5/7/2026).
Dalam forum tersebut juga dibahas Matching Pengadaan Produk Dalam Negeri pada Interfex 2026. Menurut Respati, E-Katalog menjadi peluang bagi pelaku UMKM untuk memperluas pasar sekaligus naik kelas.
Ia berharap pelaku UMKM yang tergabung dalam program UMKM Center Kota Solo segera bergabung ke E-Katalog agar produknya dapat dibeli oleh pemerintah.
“Saya harapkan UMKM yang ikut program UMKM Center Kota Solo harus boarding di E-Katalog dan nanti bisa dibeli oleh pemerintah,” ujarnya.
Respati menilai sistem pengadaan pemerintah kini semakin terbuka sehingga pelaku UMKM memiliki kesempatan lebih besar memasarkan produk lokal.
“Zaman sudah sangat terbuka, pengadaan barang dan jasa tidak bisa ditutupi. Silakan kita bisa gunakan marketplace milik pemerintah dan kita dukung UMKM lokal,” bebernya.
Pengadaan Jadi Instrumen Pembangunan
Respati menegaskan pengadaan barang dan jasa pemerintah saat ini tidak lagi sekadar proses administratif, melainkan telah menjadi instrumen strategis dalam pembangunan.
Menurutnya, proses pengadaan yang berjalan baik akan berdampak pada meningkatnya kualitas pelayanan publik, pembangunan infrastruktur, pemberdayaan UMKM, pertumbuhan industri dalam negeri, hingga meningkatnya kepercayaan masyarakat kepada pemerintah.
“Oleh karena itu, profesi pengadaan dituntut untuk terus bertransformasi,” imbuhnya.

Leave a Reply