Bazar Buku Internasional di Semarang, Surga Buku Anak saat Libur Sekolah

Bazar Buku Internasional di Semarang, Surga Buku Anak saat Libur Sekolah
Suasana bazar buku Internasional yang diadakan oleh Big Bad Wolf (BBW) Indonesia di Kota Semarang, Kamis (9/7/2026) (Daerah/Fitroh Nurikhsan)

Medianusantara.site, SEMARANG—Ribuan buku anak memenuhi rak-rak di The Suri Ballroom Queen City Mall, Kota Semarang, pada pembukaan Bazar Buku Internasional Big Bad Wolf (BBW) Semarang 2026, Kamis (9/7/2026). Beragam buku cerita bergambar, pop-up book, sound book, hingga activity book menjadi buruan pengunjung yang memanfaatkan libur sekolah untuk menambah koleksi bacaan.

Sejak hari pertama dibuka, troli dan keranjang yang dipenuhi tumpukan buku menjadi pemandangan yang mencuri perhatian. Antusiasme pengunjung menunjukkan tingginya minat masyarakat berburu buku berkualitas dengan harga lebih terjangkau.

Country Director BBW Indonesia, Marthius Wandi Budianto, mengaku senang melihat respons masyarakat Semarang. Menurutnya, BBW kembali hadir di Kota Atlas setelah terakhir menggelar bazar serupa pada 2023.

“Jujur saya sangat excited dengan antusias Wolfies di Semarang. Ini pertama kalinya kami kembali lagi setelah tahun 2023. Kami harap setiap harinya semakin banyak warga Semarang yang menyempatkan diri datang untuk mengeksplorasi buku-buku yang kami bawa,” ujar Marthius kepada Espos, Kamis (9/7/2026).

Menurut Marthius, sekitar 60-70 persen koleksi yang dibawa BBW merupakan buku anak. Pilihan tersebut disesuaikan dengan tingginya kebutuhan bacaan anak sekaligus untuk mendukung tumbuhnya minat membaca sejak usia dini.

“Sebagian besar buku yang kami bawa adalah buku anak-anak. Di luar negeri, terutama Eropa, perkembangan buku anak sangat luar biasa dan terbukti mampu meningkatkan minat baca sejak usia dini,” jelasnya.

Ribuan Buku Anak Jadi Daya Tarik Utama

Pengunjung dapat menemukan beragam buku interaktif, mulai dari sound book, activity book, pop-up book, hingga buku pembelajaran bahasa dan phonics. Koleksi tersebut menjadi alternatif kegiatan bagi anak selama libur sekolah selain menghabiskan waktu di depan gawai.

Selain buku anak, BBW juga menghadirkan berbagai pilihan bacaan untuk kalangan dewasa, seperti buku bisnis, pengembangan diri, fiksi, dan nonfiksi.

Marthius menambahkan BBW turut menggandeng sekitar 30 penerbit lokal. Kolaborasi tersebut menghadirkan beragam karya penulis Indonesia, termasuk buku pelajaran yang banyak dicari orang tua.

“Kalau bisa saya ingin sekitar 50 persen warga Semarang datang ke sini. Mumpung musim libur sekolah, nikmati wisata literasi ini,” celetuknya.

Menurut Marthius, kehadiran BBW tidak hanya berfokus pada penjualan buku, tetapi juga memperluas akses masyarakat terhadap bacaan berkualitas. Ia menilai rendahnya tingkat literasi di Indonesia tidak selalu disebabkan minimnya minat membaca, melainkan juga karena akses terhadap buku yang masih terbatas.

BBW juga ingin mengubah anggapan bahwa buku selalu identik dengan harga mahal. Melalui potongan harga yang ditawarkan selama bazar, masyarakat diharapkan semakin mudah memperoleh buku dan menjadikannya bagian dari kebiasaan membaca di lingkungan keluarga.

“Big Bad Wolf hadir untuk mempermudah akses masyarakat Indonesia terhadap buku-buku berkualitas, baik buku berbahasa Inggris maupun literasi lokal. Visi kami adalah mengubah dunia satu buku setiap waktu,” tandasnya.

Leave a Reply