Medianusantara.site, SEMARANG — PT Pusat Rekreasi dan Promosi Pembangunan (PRPP) Jawa Tengah mencatat nilai kerugian saat ini sekitar Rp21 miliar. Bukan hanya itu, setiap tahun juga ada penurunan nilai aset mencapai Rp1 milliar.
Direktur PRPP Jateng, Heri Kristanto, menyatakan secara operasional tiap tahun mencatat keuntungan. Namun, karena nilainya tak bisa melebihi akumulatif penyusutan aset per tahun, pihaknya terus merugi.
“Sebenarnya ya untung kami tiap tahun. Tapi karena enggak Rp1 miliar lebih, pasti dihitung rugi. Karena enggak bisa nutup itu,” kata Heri kepada Espos, Senin (13/7/2026).
Dia menjelaskan secara kondisi PRPP Jateng memiliki akumulatif penyusutan nilai aset setiap tahun yang mencapai Rp1 milliar. Kendati demikian, pihaknya tak menyebut persoalan ini terjadi sejak kapan.
“Total aset itu dari biaya yang dikeluarkan untuk gedung, semua aset lalu disusutkan, tiap tahun ada Rp1 miliar lebih. Terjadi sejak tahun-tahun sebelumnya,” bebernya.
Sedangkan total sementara kerugian saat ini berada di angka sekitar Rp20 miliar. Jumlah ini, masih terus bisa bertambah karena tiap tahun terjadi kerugian akibat penurunan aset hingga Rp1 milliar.
“[Angka kerugian saat ini yang harus ditutup?] Rp20 miliar sekian. Ini menjadi tantangan karena tiap tahun juga ada penysutan aset Rp1 miliar itu,” sambungnya.
Selama menjadi Direktur PRPP Jateng, Hari mengklaim sejauh ini baru bisa sebatas mengurangi angka kerugian. Karena itu, ia tengah berusaha mencari investor untuk melakukan pengembangan kawasan agar keuntungan bisa melebihi total nilai penyusutan.
“Saya masuk tahun 2024, itu baru bisa mengurangi kerugian. Awalnya Rp2,3 miliar, tahun 2024-2025 Rp1,3 miliar,” akunya.
Terpisah, Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi, berencana melanjutkan revitalisasi PRPP. Saat ini, ia sedang mencari investor untuk mewujudkan PRPP menjadi kawasan futuristik dengan fasilitas lengkap berskala internasional.
Rencananya, revitalisasi PRPP tersebut akan dilengkapi dengan convention hall berukuran besar. Selain itu PRPP juga akan dijadikan sport center yang dapat digunakan untuk berbagai kegiatan olahraga seperti basket, futsal, dan lainnya.
Revitalisasi PRPP tersebut juga akan diintegrasikan dengan pengembangan kawasan-kawasan yang ada di sekitar PRPP. Mulai dari pengembangan Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang, kawasan Pantai Marina, hingga POJ City.
“Memang sekarang kita lagi carikan investor untuk PRPP,” kata Luthfi dalam keterangannya.

Leave a Reply