Cabdin Jateng Dukung Solusi SMK Wijaya Kusuma Solo Beri Diskon Tunggakan

Cabdin Jateng Dukung Solusi SMK Wijaya Kusuma Solo Beri Diskon Tunggakan
Ilustrasi ijazah. (Freepik)

Medianusantara.site, SOLO — Kepala Cabang Dinas (Cabdin) Pendidikan Wilayah VII Jawa Tengah, Agung Wiyanto, mendukung langkah SMK Wijaya Kusuma Solo dalam menyelesaikan persoalan ratusan ijazah alumni yang masih tertahan akibat tunggakan administrasi.

Agung mengatakan Cabdin Pendidikan terus melakukan koordinasi dan pembinaan kepada pihak sekolah. Menurutnya, kebijakan pemberian potongan tunggakan sebesar 40% merupakan bentuk kepedulian yayasan dan sekolah untuk meringankan beban para alumni.

“Kebijakan sekolah yang memberikan fotokopi ijazah secara cuma-cuma untuk keperluan melamar kerja adalah langkah yang sangat bijak. Dengan begitu, hak siswa untuk mencari nafkah tidak terhambat. Mereka kelak bisa mengangsur tunggakan secara mandiri setelah bekerja dan mandiri secara finansial,” ujar Agung saat dimintai keterangan wartawan, Kamis (9/7/2026).

Agung menegaskan SMK Wijaya Kusuma merupakan sekolah swasta yang operasionalnya sangat bergantung pada partisipasi pembiayaan dari masyarakat, khususnya iuran siswa. Karena itu, menurutnya, penghapusan seluruh tunggakan bukan menjadi solusi yang mudah dilakukan.

“Jika seluruh tunggakan langsung dihapuskan secara sepihak, hal ini dikhawatirkan justru akan mengganggu stabilitas operasional sekolah dan kualitas layanan pendidikan bagi siswa-siswi yang saat ini masih aktif belajar,” katanya.

Ia mengimbau para alumni maupun orang tua siswa yang ijazahnya masih berada di sekolah agar memanfaatkan kebijakan pemotongan tunggakan serta skema pembayaran secara angsuran yang telah disediakan.

“Silakan datang langsung dan berkomunikasi secara baik-baik. Pihak sekolah sangat terbuka untuk berdialog mencari titik temu terbaik. Cabang Dinas Pendidikan akan terus mendampingi agar proses ini berjalan lancar sehingga dokumen penting tersebut dapat segera beralih manfaat ke tangan para lulusan untuk masa depan mereka,” ujar Agung.

Sebelumnya, sebanyak 162 ijazah lulusan SMK Wijaya Kusuma Solo angkatan 2008 hingga 2025 masih tersimpan di sekolah karena para alumni belum melunasi tunggakan Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP). Total tunggakan mencapai sekitar Rp336 juta dengan nilai rata-rata Rp1 juta hingga Rp2 juta per alumni.

Kepala SMK Wijaya Kusuma Solo, Harsono, mengatakan besarnya tunggakan tersebut berpengaruh terhadap operasional sekolah. Dengan keterbatasan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), sebagian besar gaji 24 guru dan enam karyawan masih bergantung pada dana partisipasi masyarakat.

Meski demikian, sekolah memilih menempuh pendekatan yang lebih humanis. Selain memberikan potongan tunggakan sebesar 40% dan membuka skema pembayaran secara mencicil, sekolah juga menyediakan fotokopi ijazah yang telah dilegalisasi secara gratis agar para alumni tetap dapat melamar pekerjaan sembari menyelesaikan kewajiban administrasinya.
 
 

Leave a Reply